Home » , » Cerita Turis Diperas Hingga Dilecehkan Petugas Imigrasi Ngurah Rai

Cerita Turis Diperas Hingga Dilecehkan Petugas Imigrasi Ngurah Rai

Written By Chindy Lee on Sunday, September 13, 2015 | 6:46 PM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

Zhang Tao baru saja mendarat di Bali, namun sudah mendapat perlakuan yang tak mengenakan dari seseorang yang mengaku petugas Imigrasi di Bandara Ngurah Rai, Bali. Turis asal China itu mengaku diperas dan dirampok oleh dua orang petugas Imigrasi Ngurah Rai.

Peristiwa memalukan ini terjadi saat proses pemeriksaan dokumen keimigrasian. Saat itu dirinya baru saja tiba di Bali, Sabtu dini hari (12/9) sekitar pukul 03.00 Wita.

Tidak terima dengan apa yang dialaminya, Zhang Tao bersama lima rekannya melaporkan peristiwa yang dialaminya dengan didampingi guide dari agent yang menjemputnya ke SPKT III Polsek Udara Ngurah Rai, pagi itu juga.

Dalam laporan yang disampaikan di kepolisian, Zhang Tao tiba di Bali dengan menggunakan pesawat rute China-Denpasar, Southern CZ3005, Sabtu 12 September 2015. Seperti biasanya sebelum pengambilan barang di bagasi dilakukan pemeriksaan dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian di counter Terminal Pendataan Imigrasi (TPI) di Terminal Kedatangan Internasional.

Dalam pemeriksaan, pemilik paspor E50161020 langsung ditodong oleh seorang petugas untuk cepat proses harus menyetor uang sebesar 500 dolar Taiwan.

"Dalam laporan bahwa malam itu pelapor tidak mau memberikan uang. Namun karen ancaman tidak diberikan stempel keimigrasian, pelapor menyanggupi hanya 100 dolar Taiwan," terang petugas Jaga Polsek Udara Ngurah Rai, Minggu (13/9) di Bandara Ngurah Rai Bali.

Lanjutnya, seperti yang dibacakan dalam laporannya bahwa Zhang Tao akhirnya memberikan 100 dolar Taiwan, namun oleh petugas ini diminta untuk menambahkan lagi 100 Dolar Taiwan. Disepakati oleh rekan-rekan pelapor dengan menambahkan lagi, sehingga total yang diberikan 200 dolar Taiwan.

Setelah proses selesai dan menunggu datangnya barang di bagasi, selanjutnya pelapor bersama rekannya keluar menuju penjemputan. Di tempat lokasi tunggu penjemputan, kembali mereka dihampiri oleh petugas tadi. Namun kali ini tidak sendiri tetapi ada dua orang dan mengenakan jaket hitam dan merah. Di luar, Zhang Tao digiring ke gedung areal parkiran roda empat, timur lokasi penjemputan.

Saat akan digiring dua petugas ini berdalih akan memeriksa tas milik pelapor dengan alasan ada obat terlarang. Sempat terjadi perdebatan karena pemeriksaan barang seharusnya dilakukan di dalam dan sudah melewati uji tes sensor.

"Saat itu pelapor meminta rekannya untuk merekam kedua wajah petugas ini lewat HP," kata petugas polisi ini.

Saat merekam aksi nakal petugas Imigrasi, salah seorang yang mengenakan jaket merah merampas Iphone 6+ warna kuning emas milik rekan pelapor. Sempat saling tarik, namun petugas ini justru menarik paksa Iphone tersebut dari dalam tas rekan Zhang Tao. Selanjutnya kedua petugas ini ngacir meninggalkan ke enam turis China ini ketika yang menjemput terlihat datang.

Atas kejadian ini, Kepala Imigrasi kelas I Khusus Ngurah Rai Yohanes Widodo membenarkan adanya informasi laporan tersebut. Dirinya mengaku laporan tersebut diterimanya Sabtu siang oleh bawahannya.

"Saya kaget dan benar-benar terkejut dengan adanya laporan tersebut. Kabarnya memang benar ada laporan dari pihak kami," ungkap Widodo.

Sementara itu seorang petugas di Bandara Ngurah Rai juga memberikan fakta mengejutkan. Petugas yang enggan disebutkan namanya itu mengaku di Bandara Ngurah Rai sering terjadi pemerasan bahkan hingga ke pelecehan.

"Kalau minta uang itu biasa, mas. Enggak heran saya dengarnya. Dari USD 50 hingga USD 200 itu sudah lumrah. Tujuannya supaya cepat urusan di imigrasian, soal administrasi," kata sumber tersebut, Minggu (13/9).

Saat disinggung kenapa tidak ada turis berani melapor, sumber ini menambahkan, justru aparat memeras terkadang menantang supaya korbannya melapor saja jika tidak terima terhadap perlakuan itu. Namun sayang, menurut dia laporan itu selalu mandek di tangan polisi.

"Untuk apa melapor? Setiap kasus yang dilaporkan selalu lenyap di Polsek Udara Ngurah Rai. Ini yang perlu diberitakan mas, supaya orang tahu semua. Tidak pernah ada kasus yang selesai, kecuali kalau dikorankan," ujar sumber ini.

Menurut penjelasan sumber, setiap pesawat dari luar negeri tiba di Bali, khususnya pada dini hari, saat itulah petugas imigrasi bermain. Tidak hanya minta uang, mereka bahkan kerap melakukan tindakan kekerasan bilamana orang asing itu melawan. Bahkan kalau tamunya kelihatan mabuk, mereka kadang digiring ke toilet dan dilecehkan.

"Kalau minta uang itu biasa. Kadang tamu yang melawan dan minta proses wajar, justru dapat kekerasan. Pernah saya lihat ada yang sampai dicekik dan dikepung petugas lainnya. Ada juga yang sampai digiring ke toilet," sambung sumber.

Terkait cerita ini, Widodo mengaku menyerahkan segala proses hukum ke pihak kepolisian. Widodo mengaku langsung meminta jajarannya guna mencari kebenaran ke dua petugas yang diduga dari jajaran keimigrasian Ngurah Rai. Dia pun meminta agar kasus ini diusut setuntas tuntasnya karena sudah mencoreng citra pariwisata.

"Kuncinya ada di kepolisian. Tentu kami minta adanya penanganan yang serius dari kepolisian terkait laporan ini. Supaya citra pariwisata Bali tidak tercemar," tegasnya yang meyakinkan akan melakukan tindakan pemberian sanksi yang seberat-beratnya bilamana benar laporan yang disebutkan tersebut adalah anggotanya.


www.sakuratoto.com
Share this article :

+ comments + 2 comments

September 16, 2015 at 3:32 PM

Itulah Indonesia, semua keburukan ada disini

September 16, 2015 at 3:32 PM

Itulah Indonesia, semua keburukan ada disini

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger