Home » , » Harta Masyarakat Aceh di Lingkungan Masjidil Haram

Harta Masyarakat Aceh di Lingkungan Masjidil Haram

Written By Chindy Lee on Sunday, September 20, 2015 | 4:38 AM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

MEKKAH - Jemaah haji asal Aceh berkumpul di Hotel Iskan yang berada di wilayah Syisah, Sabtu (19/9/2015). Hotel tersebut dihuni sebagian jemaah asal Aceh yang tergabung dalam kelompok penerbangan 08 Embarkasi Aceh.

Tampak ratusan jemaah haji asal Aceh duduk di lantai dasar hotel mendengarkan pengarahan dari panitia pembagian uang saku tambahan yang juga dihadiri Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Paket berisi buku tentang islam serta uang sebesar 1200 riyal pun dibagikan kepada setiap jemaah Aceh yang sudah menjadi bagian dari rutinitas setiap musim haji.

Pembagian uang saku tambahan bagi jemaah haji asal Aceh tersebut berasal dari usaha pemondokan yang diwakafkan orang Aceh dari seratus tahun silam.

Asal-usul wakaf tersebut berdasarkan cerita sejumlah saudagar Aceh pada zaman dahulu kala mempunyai pemondokan di dekat Masjidil Haram tepatnya di dekat bukit Marwah dan Shafa.

Saudagar yang terkenal mewakafkan pemondokan tersebut bernama Habib Bugak Asyi. Wasiat dari pemberi wakaf tersebut bila pemondokan yang dibangunnya untuk digunakan masyarakat Aceh yang menjalankan ibadah haji.

Begitu panjang cerita harta masyarakat Aceh tersebut, akhirnya pemondokan yang diwakafkan tersebut dikelola sebuah yayasan sehingga berkembang dan akhirnya bisa membangun beberapa hotel di sekitar Masjidil Haram.

Guna menjalankan wasiat yang mewakafkan pemondokan tersebut, dikarenakan regulasi pemondokan yang diwakafkan tersebut tidak bisa digunakan jemaah asal Aceh dan diganti dalam bentuk uang sebagai solusi menjalankan amanat pemberi wakaf.

Pemondokan yang ada di dekat Masjidil Haram sebagian terkena dampak perluasan Masjidil Haram sehingga tanah wakaf diganti ditempat lain yang masih berada di sekitar Masjidil Haram.

Pengelola wakaf, DR Abdul Latif Baltu menuturkan pemondokan wakaf dari orang Aceh tersebut sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

"Sebelum 100 tahun lalu wakaf tersebut sudah ada," ucapnya.

Ada empat bangunan yang disewakan dengan daya tampung kurang lebih untuk 2000 orang. Empat bangunan tersebut seluruhnya berada di areal tanah haram Mekkah.

Dari usaha pemondokan tersebutlah keuntungannya dibagikan kepada jemaah haji asal Aceh guna menjalankan wasiat Habib Bugak Asyi.

"Kita sudah jalankan seperti ini (jemaah haji asal Aceh diberi uang) selama 13 tahun berturut-turut. Setiap jemaah mendapatkan 5 juta atau sekarang 1200 riyal," ungkapnya.

Hingga kini uang dari hasil pemondokan yang sudah diberikan kepada jemaah haji asal Aceh dalam kurun waktu 13 tahun sudah mencapai 60 juta riyal.

Sementara Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan menjelaskan bila apa yang diterima jemaah haji asal Aceh merupakan hasil pemikiran emas dari putera Aceh pada zaman dahulu yang hingga kini masih bisa dirasakan masyarakat Aceh.

"Ini akan dikelola sebaiknya dan akan dikelola pemerintah Aceh bukan pemerintah pusat, karena memang wasiatnya hanya untuk masyarakat Aceh," katanya.

Dijelaskannya, ke depan diharapkan jemaah haji asal Aceh bisa memanfaatkan fasilitas pemondokan yang ada setiap musim haji.

Tetapi untuk saat ini kompensansinya baru bisa dituangkan dalam bentuk nominal uang yang diberikan kepada jemaah haji asal Aceh.


www.sakuratoto.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger