Home » » Ini Modus-modus petugas Imigrasi Peras Penumpang Pesawat

Ini Modus-modus petugas Imigrasi Peras Penumpang Pesawat

Written By Chindy Lee on Wednesday, September 16, 2015 | 7:12 PM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

Permainan kotor petugas Imigrasi dalam mencari tambahan penghasilan, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Mereka memeras penumpang bahkan turis asing yang sedang ke Indonesia. Modus yang digunakan pun beragam.

Naifnya, kasus ini ditemukan di bandara yang melayani kedatangan serta keberangkatan penerbangan internasional.

Modus pertama petugas berpura-pura mengecek kesehatan penumpang, kemudian meminta bayaran. Kasus ini pernah dialami Tini Surya di Bandara Kualanamu Medan, September 2014. Tini lantas mengunggah pengalamannya tersebut ke Facebook.

Awalnya, Tini mengaku akan berangkat ke Penang, Malaysia, bersama sang ibu melalui Medan. Dia dan ibunya kemudian melakukan proses yang wajar dilakukan di bandara.

Namun tiba-tiba sebelum tiba di Imigrasi, sang ibu didorong masuk ke kantor kesehatan yang letaknya persis di samping kantor Imigrasi.

"Saya heran, ada apa. Karena mama masuk jadi saya ikut masuk. Terus ibu-ibu di ruangan ambil alat ukur darah tinggi, ukur darah tinggi mama dan bilang tinggi. Saya jawab: saya tahu dan sudah makan obat. Terus Bapak yang mengaku sebagai kepala di sana bilang mana obatnya. Saya bilang bapak boleh minta baik-baik karena ini bukan hak Bapak. Ok, diulangin dengan hormat. Kuberikan, dilihat dan dikembalikan," tulis pengguna Facebook Tini Surya di dinding Facebook komunitas Backpacker Dunia, Sabtu (20/9).

Dia kemudian mengetes orang yang mengaku sebagai kepala tersebut. Sejumlah pertanyaan dilontarkan kepadanya, salah satunya apakah sang kepala adalah seorang dokter. Dia juga menanyakan nama dan kegunaan obat yang dimiliki sang ibu.

"Diam bapaknya. Terus kudorong mama keluar, eh dipanggil. Mohon dibayar Rp 25.000. Saya bilang saya tidak minta tes karena saya sendiri juga bawa alat tes lengkap. Terus dibilang harus bayar. Saya bilang tidak apa saya bayar tapi akan kuajukan ke pusat. Baru pertama kali saya mengalami hal begitu di airport. Di negara manapun kami pergi tidak pernah begitu," tulisnya.

Setelah itu dia dan sang ibu menuju ruang tunggu. Di ruang itu ada empat orang ibu yang menggunakan kursi roda. Dia lantas bertanya kepada mereka apakah mengalami hal serupa dengannya.

Selang berapa lama, ada seorang ibu yang duduk di sampingnya mengaku mengalami hal yang sama. Ibu itu mengaku diperas oleh petugas Imigrasi.

"Bapak yang lain juga. Saya tanya. Ada apa. Dibilang karena mereka bawa cucu. Padahal ada copy KK dan ibu cucunya telepon ke imigrasi. Tapi petugas imigrasi tidak mau dengar dan bawa mereka ke ruangan dan tanya amplop," tulisnya.

Modus kedua adalah memuji barang bawaan milik penumpang, kemudian memintanya. Hal ini pernah dialami oleh aktor Hollywood Taylor Kitsch saat tiba di Bandara Ngurah Rai.

Kala itu, iPhone milik Kitsch diduga diminta petugas Imigrasi berinisial RE. Hal ini tidak lepas dari proses perizinan yang dilakukan Kitsch.

Pengakuan Kitsch muncul di acara talkshow David Letterman di televisi CBS. Saat itu Kitsch sempat menyebut negara yang didatangi adalah Filipina, namun belakangan diketahui Indonesia

Kitsch datang ke Indonesia untuk syuting film besutan Oliver Stone berjudul Savages. Film itu dibintangi juga oleh John Travolta, Uma Thurman dan Salma Hayek.

Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM turun ke Bali mengusut dugaan pemerasan ini. Hasilnya, RE membantah telah memeras si aktor.

"Yang bersangkutan mengaku tidak memeras dan iPhone masih berada di tangan si aktor itu," kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Hukum HAM Wilayah Bali Ida Bagus Komang Adnyana kala itu.

RE sempat dinonaktifkan sementara dari tugasnya sebagai petugas pemeriksa di kantor Imigrasi Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Bali. Alasannya untuk memudahkan pemeriksaan.

Materi pemeriksaan terhadap RE seputar kronologi pembicaraan RE dengan Kitsch. Hasilnya, terungkap Kitsch tiba di Bandara Ngurah Rai pada 1 Februari dengan penerbangan Singapore Airlines.

Saat menjalani pemeriksaan imigrasi, RE, menemukan lembaran paspor Kitsch telah penuh, sehingga tidak bisa distempel lagi. Kitsch kemudian dibawa menuju ruangan imigrasi di dalam terminal.

Di ruangan itu, Kitsch menunjukkan visa dan mengatakan kalau dia aktor yang hendak syuting ke Nusa Tenggara Timur. Guna meyakinkan RE, dia lantas menunjukkan potongan aksinya dari iPhone.

"Saat itulah RE mengatakan iPhone si aktor itu bagus, tidak sampai mengatakan apakah bisa memilikinya, apalagi sampai meminta bahkan memeras," lanjutnya.

Modus ketiga petugas menawarkan jalur cepat pengurusan dokumen perjalanan dan keimigrasian. Kasus ini pernah terjadi di Bandara Ngurah Rai. Diduga petugas Imigrasi setempat memeras turis asing asal China bernama Zhang Tao.

Dalam laporan kepada polisi, Zhang Tao tiba di Bali dengan menggunakan pesawat rute China-Denpasar, Southern CZ3005, Sabtu 12 September 2015. Seperti biasanya sebelum pengambilan barang di bagasi dilakukan pemeriksaan dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian di counter Terminal Pendataan Imigrasi (TPI) di Terminal Kedatangan Internasional.

Dalam pemeriksaan, pemilik paspor E50161020 langsung ditodong oleh seorang petugas untuk cepat proses harus menyetor uang sebesar 500 dolar Taiwan.

"Dalam laporan bahwa malam itu pelapor tidak mau memberikan uang. Namun karena ancaman tidak diberikan stempel keimigrasian, pelapor menyanggupi hanya 100 dolar Taiwan," terang petugas Jaga Polsek Udara Ngurah Rai, Minggu (13/9) di Bandara Ngurah Rai Bali.

Lanjutnya, seperti yang dibacakan dalam laporannya bahwa Zhang Tao akhirnya memberikan 100 dolar Taiwan, namun oleh petugas ini diminta untuk menambahkan lagi 100 Dolar Taiwan. Disepakati oleh rekan-rekan pelapor dengan menambahkan lagi, sehingga total yang diberikan 200 dolar Taiwan.

Setelah proses selesai dan menunggu datangnya barang di bagasi, selanjutnya pelapor bersama rekannya keluar menuju penjemputan. Di tempat lokasi tunggu penjemputan, kembali mereka dihampiri oleh petugas tadi. Namun kali ini tidak sendiri tetapi ada dua orang dan mengenakan jaket hitam dan merah. Di luar, Zhang Tao digiring ke gedung areal parkiran roda empat, timur lokasi penjemputan.

Setelah mendapat laporan, polisi lantas mengusut dugaan pemerasan ini. Tidak sulit, polisi akhirnya menemukan titik terang ciri-ciri pelaku. Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku adalah petugas Imigrasi. Polisi pun tinggal menciduk para pelaku.


www.sakuratoto.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger