Home » , , , » Wakil PM Malaysia Sindir Jokowi "Selesaikan Asap 3 Tahun Terlalu Lama"

Wakil PM Malaysia Sindir Jokowi "Selesaikan Asap 3 Tahun Terlalu Lama"

Written By Chindy Lee on Sunday, October 4, 2015 | 6:22 AM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

KUALA LUMPUR - Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menilai terlalu lama waktu tiga tahun yang dibutuhkan Indonesia menyelesaikan masalah pembakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap.

Apalagi, kata dia, masalah ini terjadi setiap tahun dan Malaysia ikut jadi korbannya.
"Malaysia menilai tiga tahun mungkin terlalu lama," katanya kepada wartawan, Minggu (4/10/2015) seperti dilansir Malaymailonline.

Karenanya, Malaysia mendesak Indonesia memberikan komitmen lebih serius dalam memerangi kabut asap.

Dia menyatakan keprihatinan atas bencana yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

"Dalam hal ini, kami akan sangat berterima kasih jika Indonesia bisa mendiskusikan dengan mitranya di ASEAN untuk mengambil tindakan jangka panjang," ujar Zahid.

"Kami berharap komitmennya bukanlah hanya di atas kertas atau hanya pernyataan menyenangkan telinga. Tetapi melalui implementasi yang dapat mengakhiri semua masalah kabut asap," dia menambahkan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Indonesia memerlukan waktu untuk menyelesaikan masalah pembakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap. Tiga tahun adalah waktu yang diperlukan untuk melihat hasil dari upaya mengakhiri masalah yang muncul setiap musim kemarau itu.

“Kabut asap bukanlah perkara yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat," kata Presiden dalam wawancara dengan BBC yang dirilis Rabu (30/9/2015).

Presiden menambahkan bahwa Indonesia telah melakukan segala upaya terbaik untuk meredam krisis kabut asap ini. Indonesia telah mengirimkan 3.700 tentara, hampir 8.000 polisi, dan empat pesawat pengebom air untuk memadamkan api yang masih merambat.

Selain itu, dilakukan pembasahan lahan gambut agar lahan tidak kering dan rentan terbakar. Salah satu caranya adalah dengan menggencarkan pembangunan sekat kanal, seperti yang mulai dibangun di Kalimantan Tengah.

Jokowi menekankan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan dan hutan sedang dan telah dilakukan.

Kebakaran lahan dan hutan kini melanda di sejumlah wilayah di Indonesia mulai dari Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.

Kebakaran terjadi karena adanya aksi pembakaran besar-besaran yang dilakukan untuk membuka lahan perkebunan baru. Akibat kebakaran ini, asap tebal pun sampai ke pusat kota hingga negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Asap akhirnya membuat penerbangan terganggu dan juga kondisi kesehatan warga mulai terserang penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


www.sakuratoto.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger