Home » , » Polisi Rampok Bank BRI Pakai SS1

Polisi Rampok Bank BRI Pakai SS1

Written By Chindy Lee on Tuesday, September 15, 2015 | 8:57 PM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

MEDAN-Dua perampok yang salah satunya adalah oknum polisi mencoba merampok di Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jalan Brigjend Zein Hamid, Delitua, Selasa sore (15/9/2015). Satu orang terluka akibat tembakan yang dilepaskan perampok.

Informasi yang dihimpun Tribun di lapangan, dua pelaku perampokan, Briptu Dian Chaidir dan seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya, memasuki pekarangan Bank BRI dengan mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro tanpa plat kendaraan.

Saat berada di dalam bank, kedua pelaku berpura-pura sebagai nasabah yang ingin melakukan transaksi. Petugas keamanan bank sempat menyatakan transaksi sudah ditutup karena sudah sore.

Tak disangka, keduanya berupaya merampas tas seorang nasabah, Darmasyah Berutu, yang baru saja menarik uang. Berutu melawan dan perampok pun melepaskan tembakan dari senjata SS1V2.

Seorang yang berada di bank terkena tembak di bagian rusuk kiri dan tembus ke belakang dekat pundak. Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik, namun belum diketahui identitasnya.

Seorang warga sekitar yang mengaku bernama Zainal mengatakan, kedua perampok sempat keluar bank dengan menenteng senjata.

Namun, warga serta pengguna jalan yang berada di lokasi langsung mengepung. Satu pelaku kabur.
"Pelaku sempat mengancam Satpam. Sempat duel mereka. Karena mengetahui adanya keributan, kami langsung mengepung dan mengejar mereka. Kami keroyok. Cuma satu pelaku berhasil kabur," ujarnya.

Satu perampok kabur saat warga tengah menangkap pelaku yang bawa senjata.
Pelaku lainnya, kabur ke arah belakang rumah warga.

Menurut sumber Tribun, Briptu Dian Chaidir yang merupakan anggota Polres Bireun Aceh saat ini ditahan di Polsek Delitua bersama barang bukti.

MEDAN-Kapolres Bireun AKBP Ali Khadafi membenarkan Briptu Dian Chaidir yang merampok BRI Delitua adalah anggota Polres Bireun di Bagian Keuangan. Briptu Dian pergi ke Medan tanpa sepengetahuan komandannya.

"Benar. Yang bersangkutan anggota saya yang bertugas di Bagian Ekonomi. Saya sudah cek bahwa Briptu Dian ke Medan tidak ada izin. Artinya ia meninggalkan dinas. Bahkan, sebagian uang remunerasi masih berada di tangannya," ujarnya saat dihubungi, Selasa (15/9/2015) malam.

Khadafi yang menolak menyebut jumlah uang remunerasi yang berada di tangan Briptu, mengatakan ia baru saja berkoordinasi dengan Polresta Medan untuk melakukan pengembangan proses penyelidikan.

"Saya sudah mengirimkan tim ke Medan. Dan baru saja berangkat dari Polres Bireun. Alasan dia dibekali senjata karena yang bersangkutan bertugas di Bagian Keuangan jadi untuk proses pengamanan," katanya.

Ia menyampaikan, bahwa Briptu Dian pergi tanpa izin sejak Senin, 14 September 2015. Sehingga, dia mengaku terkejut adanya dugaan perampokan yang ditujukan kepada anggotanya itu.

"Hari Jumat, Sabtu dan Minggu lalu masih bertugas. Senin, barulah enggak ada di kantor. Tidak diketahui keberadaannya artinya menghilang tanpa izin. Adapun uang remunerasi yang dipegangnya sudah diambil sejak sepekan lalu," ujarnya.


www.sakuratoto.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger