Home » , , , , » Kisah Penangkapan Pelor, Lelaki Stres yang Disangka Pembunuh 'Mayat Dalam Kardus'

Kisah Penangkapan Pelor, Lelaki Stres yang Disangka Pembunuh 'Mayat Dalam Kardus'

Written By Sylvia Goh on Wednesday, October 7, 2015 | 7:17 AM


JAKARTA -- Asmuni alias Pelor (48) diringkus polisi karena dicurigai sebagai pembunuh dan pemerkosa PNF (9).

Dia yang sempat dibawa dan diperiksa di Polsek Kalideres pada Selasa (6/10/2015) diduga stres.
Warga sekitar sudah berkali-kali memberitahu ke polisi yang meringkus Pelor, bahwa Pelor orang stres.

Saat diwawancara wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Rabu (7/10/2015), Pelor bisa diajak bicara normal.

Tapi Dia tak punya ekspresi sama sekali. Raut mukanya datar.

"Saya dibawa ke Polsek Kalideres, terus pulangnya diongkosin polisi naik ojek," kata Pelor.

Dia mengaku pulang pukul 02.00 dini hari, Selasa (7/10/2015). Dan diperiksa di Polsek Kalideres sejak pukul 21.00 pada Senin (6/10/2015).

Saat ditanya Polisi bertanya apa saja ke Pelor, Pelor mengaku Polisi tak bertanya apapun.

"Cuma ditanya nama saja sama Polisi," kata Pelor yang mulai stress 4 tahun lalu ini. Selanjutnya dia didiamkan sampai akhirnya dipulangkan.

Selain itu, Pelor juga mengaku sama sekali tak bertanya ke polisi kenapa membawa.

"Ah biarin aja," kata Pelor ketika ditemui di rumahnya yang sudah bobrok dengan tembok jebol, jendela hancur, tak ada pintu, dan atap roboh.

Sebelumnya, polisi meringkus Pelor pada Senin (6/10/2015).

Pelor diringkus karena sempat meracau tentang kematian PNF di dekat rumah PNF di gang sempit di Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Akibatnya polisi pun hendak meringkusnya. Tapi Pelor yang panik jadi berlari ketakutan ke arah rumahnya yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah PNF.

Akibatnya warga sekitar pun heboh. Pelor sempat lolos dari kejaran polisi, Dia bisa berlari sampai di rumahnya.

Tapi begitu sampai rumah, Pelor melakukan tindakan yang membuat tetangganya tertawa.

Wasrinah (49), tetangganya, menceritakan, begitu tiba di rumah Pelor mengambil pistol plastik, lalu menodongkannya ke gerombolan polisi yang mengejarnya.

"Dia berteriak ke polisi jangan bergerak sambil menodongkan senjata. Terus polisinya pura-pura angkat tangan. Jadi lucu deh," kata Wasrinah, siang ini.

Menurut Wasrinah, Pelor itu stresnya kadang muncul kadang tidak.

Namun saat wartawan termasuk Wartakotalive.com mewawancarai, menurut Wasrinah Pelor sedang tidak kumat stresnya.

"Itu nyambung tuh diajak bicara. Biasanya mah ga nyambung diajak ngomong kalau lagi kumat," katanya.


Agen Togel Online Terpercaya - www.sakuratoto.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger