Home » , , » Papua Nugini Ultimatum Penyandera Bebaskan 2 WNI Hari Ini

Papua Nugini Ultimatum Penyandera Bebaskan 2 WNI Hari Ini

Written By Chindy Lee on Monday, September 14, 2015 | 10:22 PM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

Jakarta - Pemerintah Papua Nugini memberikan batas waktu sampai hari ini, 15 September 2015, kepada penyandera untuk membebaskan dua warga Indonesia. Dua warga Indonesia disandera oleh orang tidak dikenal di wilayah Skouwtiau, Distrik Kerom, Papua Nugini, sejak 12 September 2015.

"Tadi malam kami terima informasi dari Konsulat Indonesia di Vanimo untuk negosiasi masih diberi kesempatan satu hari, yakni hari ini, untuk membebaskan dua warga Indonesia," kata Kepala Penerangan Kodam  XVII/Cenderawasih Letkol Teguh Puji Rahardjo kepada Tempo pagi ini.

Menurut Teguh, pemerintah Papua Nugini telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk melakukan negosiasi pembebasan dua warga Indonesia hingga pukul 12 siang waktu setempat. Namun Teguh berharap negara jiran ini tidak melakukan tindakan represif setelah batas waktu terlewati. "Kami berharap negosiasi tetap dilakukan tanpa represif. Itu lebih baik," ujar Teguh.

Sejauh ini, menurut Teguh, belum ada informasi resmi tentang siapa penyandera dua warga Indonesia itu. Mereka menyandera dua karyawan perusahaan kayu saat menebang kayu di dalam hutan. Diduga keduanya masih berada di dalam hutan. Mereka adalah Sudirman, 28 tahun, dan Badar, 20 tahun.

Seorang korban lainnya yang ditembak oleh penyandera berhasil melarikan diri. Kuba, nama korban itu, kini dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, Papua.

Mengutip penjelasan Kuba, Teguh mengatakan pelaku penembakan terhadap Kuba dan dua warga negara Indonesia lain yang masih disandera menggunakan senjata api laras panjang. Selain membawa senjata api laras panjang, pelaku membawa panah dan berpakaian hitam bercampur putih. Adapun ciri-ciri fisik pelaku adalah memiliki rambut dan warna kulit seperti ras Melanesia.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri M. Iqbal mengatakan komunikasi dengan pemerintah Papua Nugini intens dilakukan, terutama dengan militer yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Dalam beberapa hari ke depan diharapkan upaya penyelamatan tersebut membuahkan hasil yang baik,” tuturnya.

Iqbal juga menyatakan di wilayah tersebut memang terdapat ribuan WNI yang bekerja di perusahaan kayu. Mereka direkrut secara resmi oleh agen-agen penyalur tenaga kerja. “Kondisi keamanan mereka menjadi perhatian kita karena lokasi kerja mereka di hutan pedalaman yang sulit dicapai,” ucap Iqbal.


www.sakuratoto.com
Share this article :

+ comments + 1 comments

September 15, 2015 at 12:36 AM

gawat banget sekarang ya

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger