Home » , , , » Kisah Pilu Siswi SMP Yang "Digilir" Sebelum Ikut Ujian Nasional!!

Kisah Pilu Siswi SMP Yang "Digilir" Sebelum Ikut Ujian Nasional!!

Written By Sylvia Goh on Thursday, October 1, 2015 | 1:05 AM




Ini adalah sebuah kisah pilu yang menimpa seorang siswi SMP Negeri di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Bagaimana tidak memilukan kalau anak usia 15 tahun itu harus menahan kepedihan fisik dan mental saat ikut ujian nasional (UN) pada Senin 5 Mei 2014 karena dia baru saja mengalami pemerkosaan pada Sabtu malam sampai Minggu pagi sebelumnya.

Siswi itu, AD, dengan penuh kegetiran mengerjakan mengerjakan soal-soal UN pada Senin 5 Mei. Dia baru saja mengalami kejadian yang mengguncang hati. Ya, pada Sabtu (3/5/2014) malam hingga Minggu (4/5/2014) pagi, dia diperkosa secara bergiliran oleh laki-laki tidak bertanggung jawab. Namun dengan menguatkan hati, ia tetap mengikuti ujian nasional SMP, sehari sesudahnya (Senin, 5/5).

Seperti dilansir Si Momot dari Warta Kota, kasus pemerkosaan itu baru dilaporkan ke polisi pada Selasa (6/5/2014). Pemerkosaan dilakukan tiga pria di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Pajeleran, Kecamatan Cibinong, tidak jauh dari Kantor Bupati dan Polres Bogor.

AD menutupi wajahnya dengan sweater merah saat berjalan ke ruang pemeriksaan Unit Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, Selasa (6/5) siang. Ia masih mengenakan seragam putih biru khas anak SMP. AD ditemani orangtua dan beberapa kerabatnya.

Andi Muklis (56), orang tua AD mengatakan, kejadian yang menimpa putri kedua dari tiga bersaudara itu diketahui seusai dia pulang dari acara keluarga di daerah Gombong, Jawa Tengah, Senin (5/5).

“Saya berangkat ke Gombong ke tempat hajatan saudara Sabtu sore. Saya, sudah ingatkan anak saya jangan keluar rumah dan tidur saja di rumah uwak nya,” kata Andi kepada Warta Kota di Mapolres Bogor.

Tapi katanya, Minggu siang dia mendapat kabar kalau AD belum kembali ke rumah sejak Sabtu malam.”Saya panik, terus saya langsung nyari tiket bus. Jam tiga sore saya pulang dan nyampe Senin pagi di rumah,” ujarnya.

Kepada Andi, AD tidak mau berterus terang dengan kejadian yang dialaminya. Tapi dari penjelasan Diki Zakaria, keponakannya, diketahui kalau AD diperkosa tiga pria pada Sabtu malam.

Andi mengaku tidak menyangka putri keduanya itu bisa jadi korban perkosaan. Padahal dia sudah mewanti-wanti agar anaknya itu tidak keluar rumah selama dirinya pergi.

Hipnotis

Menurut Diki Zakaria, AD keluar rumah, Sabtu sekitar pukul 20.00 malam. Malam itu AD sms-an dengan seorang pria berinisial G. Pria ini kata Diki adalah teman F, yang tak lain pacar AD. “G dapat nomor HP dari F. Terus SMS AD ngajak ketemuan di taman di Gunung Putri,” katanya kepada Warta Kota.

Saat bertemu G di taman itu kata Diki, korban tidak sendirian, tapi banyak temen perempuan AD lainnya. “Saya enggak tahu gimana kejadiannya, tiba-tiba ponakan saya mau saja pas diajak G ke sebuah tempat kontrakan di Cibinong. Katanya sih pundaknya ditepuk G, dia langsung nurut,” kata Diki seraya menambahkan, kemungkinan sang keponakan kena hipnotis.

Saat di rumah kontrakan, kata Diki, datang dua pria lain bergabung bersama G. Di tempat itulah, AD diperkosa secara bergiliran. “Minggu pagi, AD diperkosa lagi setelah sebelumnya dia dikasih minuman yang diduga sudah diberi obat penenang,” ujarnya.

AD berhasil kabur setelah dibantu oleh salah satu teman G lainnya. Karena tidak hapal jalan pulang, AD baru sampai di rumahnya di Tlajung Udik, Gunung Putri sekitar pukul 15.00.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Didik Purwanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian dugaan perkosaan tersebut.

Pelaku ditangkap

Berdasar update informasi terakhir, tiga orang pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap AD ditangkap polisi. Satu di antara mereka dibekuk di dekat kantor Polres Bogor saat berjualan pakaian.

Ketiga pelaku berinisial AS alias J alias Galang, AF alias RZ, dan BE alias BR. “Pelaku ditangkap semalam di beberapa lokasi,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto, Rabu 7 Mei 2014.

Galang ditangkap saat berjualan pakaian di jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sekitar 500 meter dari kantor Polres Bogor dan kompleks perkantoran Pemkab Bogor. Sementara, 2 temannya ditangkap di rumahnya.

Ketiga pelaku hingga kini masih dimintai keterangan oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. “Ada yang mengaku tidak sempat memperkosa korban, hanya meraba-raba. Tapi keterangan itu masih kita dalami,” kata Didik seperti dilansir
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Sylvia Goh | Toto Solid Prediksi | Syair Sakuratoto
Copyright © 2011. Berita Hangat Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Sylvia Goh Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger