Latest Post
Showing posts with label AHOK. Show all posts
Showing posts with label AHOK. Show all posts
10:25 AM
Gubernur DKI Jakarta Ahok menyatakan pihaknya lebih mementingkan menjaga Ibu Kota dari sampah daripada fokus pada mengejar penghargaan.
"Saya bilang sama istri saya, enggak usah banyak ikutan lomba. Buat apa dapat Adipura kalau masih banyak sampah?" ujar Ahok di RPTRA Rasamala, Tebet Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).
Oleh karena itu, pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama ini mewanti-wanti para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye di tiap kelurahan untuk fokus membersihkan sungai dan saluran di wilayah masing-masing.
Menurut Mantan Bupati Belitung Timur itu, keberadaan PPSU bertujuan untuk menjaga Jakarta tetap bersih, bukan berfokus agar Jakarta memenangkan Adipura.
"Lebih baik kita terjunkan PPSU supaya semua sungai bersih," tutup Ahok.
AHOK: Buat Apa Adipura Kalau Banyak Sampah
Written By Unknown on Saturday, April 30, 2016 | 10:25 AM
Gubernur DKI Jakarta Ahok menyatakan pihaknya lebih mementingkan menjaga Ibu Kota dari sampah daripada fokus pada mengejar penghargaan.
"Saya bilang sama istri saya, enggak usah banyak ikutan lomba. Buat apa dapat Adipura kalau masih banyak sampah?" ujar Ahok di RPTRA Rasamala, Tebet Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).
Oleh karena itu, pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama ini mewanti-wanti para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye di tiap kelurahan untuk fokus membersihkan sungai dan saluran di wilayah masing-masing.
Menurut Mantan Bupati Belitung Timur itu, keberadaan PPSU bertujuan untuk menjaga Jakarta tetap bersih, bukan berfokus agar Jakarta memenangkan Adipura.
"Lebih baik kita terjunkan PPSU supaya semua sungai bersih," tutup Ahok.
Labels:
AHOK,
BERITA DALAM NEGRI,
DALAM NEGERI,
INDONESIA,
JAKARTA,
POLITIK
10:15 AM
Peringatan May Day yang jatuh pada hari libur, Minggu 1 Mei 2016 tak menyurutkan semangat buruh untuk turun ke jalan. Puluhan ribu buruh akan menyerbu Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya ke sejumlah pihak.
Aksi buruh tersebut akan digelar di depan Istana Negara, Gedung DPR, Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta serta perwakilan kantor ILO. Sebagian massa ada yang berkumpul di Stadion Gelora Bung Karno.
Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, tak mau ambil pusing.
"Besok urusan besok, hari ini urusan hari ini," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Bina dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan polisi akan mengawal ketat peringatan May Day. Buruh dari Karawang, Bekasi dan Pulogadung akan dikawal polisi dan diarahkan untuk melewati rute Jalan Letjen Suptapto Cempaka Putih-Senen-Tugu Tani-Monas Timur.
Sementara rombongan dari Bogor-Depok dan sekitarnya akan melewati Tol Jagorawi-keluar di Pintu Tol Tegal Parang Mampang-Jalan HR Rasuna Said Kuningan-HOS Cokroaminoto-Tugu Tani-Monas Timur.
Massa dari Tangerang dan Banten dilewatkan Tomang-Juanda-Veteran-Monas.
Lokasi parkir disediakan di Monas, Lapangan IRTI, Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng dan Parkir Timur Senayan serta kantong-kantong parkir di kawasan Senayan.
Usai melakukan long march dan berorasi, massa yang bergerak ke GBK akan diarahkan melalui Pintu VII dan VIII GBK Senayan, Jakarta Pusat.
Budi mengimbau masyarakat Jakarta menghindari titik-titik tersebut agar tidak terjadi pertemuan dengan massa buruh yang berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan.
Dia pun juga menegaskan, pihaknya akan menjalani amanat undang-undang. Sesuai Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, perayaan May Day dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
BURUH SERBU JAKARTA SAAT MAY DAY, INI KATA AHOK..!!
Peringatan May Day yang jatuh pada hari libur, Minggu 1 Mei 2016 tak menyurutkan semangat buruh untuk turun ke jalan. Puluhan ribu buruh akan menyerbu Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya ke sejumlah pihak.
Aksi buruh tersebut akan digelar di depan Istana Negara, Gedung DPR, Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta serta perwakilan kantor ILO. Sebagian massa ada yang berkumpul di Stadion Gelora Bung Karno.
Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, tak mau ambil pusing.
"Besok urusan besok, hari ini urusan hari ini," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Bina dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan polisi akan mengawal ketat peringatan May Day. Buruh dari Karawang, Bekasi dan Pulogadung akan dikawal polisi dan diarahkan untuk melewati rute Jalan Letjen Suptapto Cempaka Putih-Senen-Tugu Tani-Monas Timur.
Sementara rombongan dari Bogor-Depok dan sekitarnya akan melewati Tol Jagorawi-keluar di Pintu Tol Tegal Parang Mampang-Jalan HR Rasuna Said Kuningan-HOS Cokroaminoto-Tugu Tani-Monas Timur.
Massa dari Tangerang dan Banten dilewatkan Tomang-Juanda-Veteran-Monas.
Lokasi parkir disediakan di Monas, Lapangan IRTI, Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng dan Parkir Timur Senayan serta kantong-kantong parkir di kawasan Senayan.
Usai melakukan long march dan berorasi, massa yang bergerak ke GBK akan diarahkan melalui Pintu VII dan VIII GBK Senayan, Jakarta Pusat.
Budi mengimbau masyarakat Jakarta menghindari titik-titik tersebut agar tidak terjadi pertemuan dengan massa buruh yang berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan.
Dia pun juga menegaskan, pihaknya akan menjalani amanat undang-undang. Sesuai Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, perayaan May Day dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Labels:
AHOK,
BERITA INDONESIA,
BURUH,
DALAM NEGERI,
DEMO,
INDONESIA,
POLITIK
10:10 AM
WARGA KETURUNAN TIONGHOA DEMO AHOK..!!!
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara saat aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara membawa aneka tulisan saat demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara saat aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara membawa aneka tulisan saat demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)













