Latest Post
Showing posts with label EKONOMI. Show all posts
Showing posts with label EKONOMI. Show all posts
10:10 AM
WARGA KETURUNAN TIONGHOA DEMO AHOK..!!!
Written By Unknown on Saturday, April 30, 2016 | 10:10 AM
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara saat aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara membawa aneka tulisan saat demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara saat aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Penghuni Rusun Kapuk Muara membawa aneka tulisan saat demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka memprotes tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
Warga etnis Tionghoa penghuni Rusun Kapuk Muara menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/4). Mereka mengeluhkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang memaksa mereka keluar sebelum perjanjian sewa berakhir. (SeruHarian.blogspot.com)
6:59 PM
Terusir dari negerinya, Suriah para pengungsi mengadu nasib di negara orang demi menyelamatkan nyawa. Mereka berharap belas kasih. Namun, nasib berkata lain. Mereka terlunta-lunta tanpa masa depan yang jelas. Nasib orang dewasa dan anak-anak suram.
Menurut salah satu organisasi kemanusiaan di ibu kota Yordania, Amman, bocah-bocah dari usia 3 tahun telah dieksploitasi menjadi pekerja anak oleh petani dan pengusaha.
Organisasi Tamkeen menemukan anak-anak bekerja di sisi orang tuanya di pertanian sepanjang Laut Mati. Sebanyak 46% adalah anak laki-laki dan 14% perempuan. Paling muda ditemukan berusia 3 tahun.
Bocah-bocah ini menghabiskan 44 jam untuk bekerja selama seminggu.
Salah satunya adalah Yassan. Anak laki-laki yang berasal dari Homs, Suriah, itu terpaksa menyambung hidupnya selama ia mengungsi di Yordania. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kawasan bisnis di Kota Irbid, utara Yordania. Remaja 14 tahun itu bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu.
Ayah Yassan menyandang disabilitas akibat dipukuli oleh oposisi Suriah, sehingga tak bisa lagi bekerja. Ibunya, yang menderita penyakit akut, hanya bisa bekerja paruh hari sebagai pembantu.
Yassan hanya dibayar 1 dinar per jam atau kurang dari US$1 dolar atau kurang lebih Rp 5.000. Sementara upah minimum Yordania berkisar 2.5 dinar per jamnya.
"Aku bekerja 12 jam setiap hari. Dan ini adalah pekerjaan berat. Kami tidak akan pernah dapat libur kecuali meminta. Itu pun tak akan dibayar," tutur Yassan seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/11/2015).
"Aku bekerja mulai bekerja pukul 08.00. Namun bosku kerap kali minta aku bekerja hingga larut. Aku sampai rumah pukul 21.00. Selama Ramadan lebih parah. Aku harus bekerja lembur dan tak pulang hingga pagi," kata Yassan.
"Mereka pun tak membayar aku cukup. Tapi aku tak punya pilihan lagi. Mereka jelas ambil keuntungan dari situasi kami. Mereka memperlakukan kami berbeda dengan orang Yordania lainnya," tutur Yassan.
Yassan, ayah, ibu, dan tiga adiknya mengeluarkan banyak uang untuk mencapai Yordania. Mereka tak bisa tinggal di barak yang jumlahnya terbatas. Mereka pun terpaksa tinggal di sebuah kontrakan.
"Anak-anak pengungsi dari Suriah kebanyakan bekerja di rumah makan, supermarket, petugas kebersihan, dan di sektor pertanian," kata Diala al-Amiri, eksekutif direktur Tamkin. Ia menjelaskan para pemilik usaha mengeksploitasi keputusasaan pencari suaka Suriah dan keluarganya.
"Yang paling parah kami temukan di sektor pertanian. Anak-anak itu bekerja dalam waktu yang panjang dan dalam kondisi berbahaya, seperti di bawah matahari tanpa pelindung," ujar al-Amiri.
"Bahkan, mereka bekerja tanpa dibayar. Mereka bekerja demi mendapatkan tempat berlindung dan tidur. Satu keluarga, ayah, ibu, dengan 5 atau 6 anak. Yang tertua berusia 13 tahun dan yang paling kecil 3 tahun," katanya.
Al-Amiri menjelaskan bahwa para tuan tanah itu biasanya memisahkan pengungsi Suriah dengan pekerja lainnya di ladang mereka. Para pengungsi mereka tempatkan di tenda-tenda terpal.
"Ini jelas perbudakan modern. Kondisi tempat tinggal mereka menyedihkan. Namun mereka menerimanya karena kondisi mereka yang lemah," ucapnya.
Lebih dari 1,4 juta Suriah tinggal di Yordan. Hanya 102 ribu yang tinggal dalam penampungan karena kurangnya persediaan kamp. Sisanya terpaksa menyewa rumah.
Yordania ternyata salah satu negara kaya yang memakai anak sebagai pekerja. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. Laporan terakhir pemerintah Yordania tentang pekerja anak diterbitkan pada 2007. Ada 33 ribu budak belia di negeri itu. Organisasi Tamkeen mengatakan jumlah itu meningkat 3 kali semenjak perang melanda Suriah.
Pejabat di Kementerian Tenaga Kerja Yordania memberi rincian ratusan perusahaan yang mengeksploitasi anak-anak. Tahun lalu 213 perusahaan ditutup. Sepanjang tahun ini, 353 perusahaan ditutup dan selanjutnya akan ada 799 pengusaha yang didenda 250 dan 500 dinar Yordania atau Rp 4-8 juta.
Hampir setengah jumlah anak-anak yang dieksploitasi adalah pengungsi Suriah, kata pejabat itu.
Dr Raghda al-Faouri, direktur kementerian kebijakan dan perencanaan strategis, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah sedang menyelidiki masalah dan mencari celah memberi hukuman yang lebih berat kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan anak sebagai pekerja.
"Mungkin kita bisa meninjau hukuman kembali dan Kementerian Tenaga Kerja memaksakan hukuman itu. Tapi kami memerlukan amandemen undang-undang," katanya.
Shereen al-Taeib, yang mengepalai unit pekerja anak di kementerian, telah menyebarkan 180 penyelidik untuk kasus itu.
"Ini bukan hanya menyelidiki pelanggaran atau menutup perusahaan," katanya. "Kita perlu membantu anak-anak Suriah, Yordania, atau non-Yordania."
Sementara itu, ibu Yassan, Alia, menyatakan penyesalan mendalam karena ia telah meminta Yassan keluar dari sekolah. "Itu keputusan yang sangat sulit karena ia adalah seorang murid yang sangat baik dan bahkan salah satu siswa terbaik," ujarnya.
"Dia sangat pintar di sekolah dan aku selalu bermimpi dia menyelesaikan pendidikannya. Aku memikirkan masalah dia setiap saat dan merasa sedih setiap hari.
Mengenaskan, Anak-anak Pengungsi Suriah dijadikann "BUDAK"
Written By Unknown on Tuesday, November 17, 2015 | 6:59 PM
Terusir dari negerinya, Suriah para pengungsi mengadu nasib di negara orang demi menyelamatkan nyawa. Mereka berharap belas kasih. Namun, nasib berkata lain. Mereka terlunta-lunta tanpa masa depan yang jelas. Nasib orang dewasa dan anak-anak suram.
Menurut salah satu organisasi kemanusiaan di ibu kota Yordania, Amman, bocah-bocah dari usia 3 tahun telah dieksploitasi menjadi pekerja anak oleh petani dan pengusaha.
Organisasi Tamkeen menemukan anak-anak bekerja di sisi orang tuanya di pertanian sepanjang Laut Mati. Sebanyak 46% adalah anak laki-laki dan 14% perempuan. Paling muda ditemukan berusia 3 tahun.
Bocah-bocah ini menghabiskan 44 jam untuk bekerja selama seminggu.
Salah satunya adalah Yassan. Anak laki-laki yang berasal dari Homs, Suriah, itu terpaksa menyambung hidupnya selama ia mengungsi di Yordania. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kawasan bisnis di Kota Irbid, utara Yordania. Remaja 14 tahun itu bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu.
Ayah Yassan menyandang disabilitas akibat dipukuli oleh oposisi Suriah, sehingga tak bisa lagi bekerja. Ibunya, yang menderita penyakit akut, hanya bisa bekerja paruh hari sebagai pembantu.
Yassan hanya dibayar 1 dinar per jam atau kurang dari US$1 dolar atau kurang lebih Rp 5.000. Sementara upah minimum Yordania berkisar 2.5 dinar per jamnya.
"Aku bekerja 12 jam setiap hari. Dan ini adalah pekerjaan berat. Kami tidak akan pernah dapat libur kecuali meminta. Itu pun tak akan dibayar," tutur Yassan seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/11/2015).
"Aku bekerja mulai bekerja pukul 08.00. Namun bosku kerap kali minta aku bekerja hingga larut. Aku sampai rumah pukul 21.00. Selama Ramadan lebih parah. Aku harus bekerja lembur dan tak pulang hingga pagi," kata Yassan.
"Mereka pun tak membayar aku cukup. Tapi aku tak punya pilihan lagi. Mereka jelas ambil keuntungan dari situasi kami. Mereka memperlakukan kami berbeda dengan orang Yordania lainnya," tutur Yassan.
Yassan, ayah, ibu, dan tiga adiknya mengeluarkan banyak uang untuk mencapai Yordania. Mereka tak bisa tinggal di barak yang jumlahnya terbatas. Mereka pun terpaksa tinggal di sebuah kontrakan.
"Anak-anak pengungsi dari Suriah kebanyakan bekerja di rumah makan, supermarket, petugas kebersihan, dan di sektor pertanian," kata Diala al-Amiri, eksekutif direktur Tamkin. Ia menjelaskan para pemilik usaha mengeksploitasi keputusasaan pencari suaka Suriah dan keluarganya.
"Yang paling parah kami temukan di sektor pertanian. Anak-anak itu bekerja dalam waktu yang panjang dan dalam kondisi berbahaya, seperti di bawah matahari tanpa pelindung," ujar al-Amiri.
"Bahkan, mereka bekerja tanpa dibayar. Mereka bekerja demi mendapatkan tempat berlindung dan tidur. Satu keluarga, ayah, ibu, dengan 5 atau 6 anak. Yang tertua berusia 13 tahun dan yang paling kecil 3 tahun," katanya.
Al-Amiri menjelaskan bahwa para tuan tanah itu biasanya memisahkan pengungsi Suriah dengan pekerja lainnya di ladang mereka. Para pengungsi mereka tempatkan di tenda-tenda terpal.
"Ini jelas perbudakan modern. Kondisi tempat tinggal mereka menyedihkan. Namun mereka menerimanya karena kondisi mereka yang lemah," ucapnya.
Lebih dari 1,4 juta Suriah tinggal di Yordan. Hanya 102 ribu yang tinggal dalam penampungan karena kurangnya persediaan kamp. Sisanya terpaksa menyewa rumah.
Yordania ternyata salah satu negara kaya yang memakai anak sebagai pekerja. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. Laporan terakhir pemerintah Yordania tentang pekerja anak diterbitkan pada 2007. Ada 33 ribu budak belia di negeri itu. Organisasi Tamkeen mengatakan jumlah itu meningkat 3 kali semenjak perang melanda Suriah.
Pejabat di Kementerian Tenaga Kerja Yordania memberi rincian ratusan perusahaan yang mengeksploitasi anak-anak. Tahun lalu 213 perusahaan ditutup. Sepanjang tahun ini, 353 perusahaan ditutup dan selanjutnya akan ada 799 pengusaha yang didenda 250 dan 500 dinar Yordania atau Rp 4-8 juta.
Hampir setengah jumlah anak-anak yang dieksploitasi adalah pengungsi Suriah, kata pejabat itu.
Dr Raghda al-Faouri, direktur kementerian kebijakan dan perencanaan strategis, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah sedang menyelidiki masalah dan mencari celah memberi hukuman yang lebih berat kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan anak sebagai pekerja.
"Mungkin kita bisa meninjau hukuman kembali dan Kementerian Tenaga Kerja memaksakan hukuman itu. Tapi kami memerlukan amandemen undang-undang," katanya.
Shereen al-Taeib, yang mengepalai unit pekerja anak di kementerian, telah menyebarkan 180 penyelidik untuk kasus itu.
"Ini bukan hanya menyelidiki pelanggaran atau menutup perusahaan," katanya. "Kita perlu membantu anak-anak Suriah, Yordania, atau non-Yordania."
Sementara itu, ibu Yassan, Alia, menyatakan penyesalan mendalam karena ia telah meminta Yassan keluar dari sekolah. "Itu keputusan yang sangat sulit karena ia adalah seorang murid yang sangat baik dan bahkan salah satu siswa terbaik," ujarnya.
"Dia sangat pintar di sekolah dan aku selalu bermimpi dia menyelesaikan pendidikannya. Aku memikirkan masalah dia setiap saat dan merasa sedih setiap hari.
Labels:
ANAK-ANAK,
EKONOMI,
ISIS,
KRIMINAL,
LUAR NEGERI,
PEMBUNUHAN,
PERISTIWA,
POLITIK,
TERORIS
11:44 AM
JAKARTA - Program mendorong investasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo nampaknya membuahkan hasil.
Hal ini dilihat dari perusahaan asal Perancis Saint Gobain yang akan ekspansi bisnis di tanah air.
Perusahaan global yang bergerak di bidang material bangunan, mencoba menangkap peluang bisnis tersebut dengan memperluas investasi sebesar 7 juta Euro (setara Rp 103 miliar).
Pada realisasinya Saint Gobain akan membangun pabrik baru di Sumatera di 2016.
"Tahun depan, kami berencana ekspansi ke Sumatera bangun pabrik baru," ujar General Delegate Saint Gobain Asia Pasifik Javier Gimeno, Rabu(4/11/2015).
Javier memaparkan rencana ekspansi tersebut bisa dilakukan melalui PT Mortar Utama yang saham mayoritasnya dimiliki Saint Gobain.
Menurut Javier investasi di Sumatera masih sangat menguntungkan mengingat prospek sektor infrastruktur di Indonesia ke
depan akan terus berkembang.
"Walaupun keadaan ekonomi mengalami turbulensi lebih rendah, tapi saya yakin rintangan dilalui dan Indonesia berpotensi jadi pemain besar di masa akan datang," kata Javier.
Javier menambahkan program satu juta rumah murah yang dicanangkan Presiden Jokowi, juga mendorong industri
semen Saint Gobain.
Apalagi saat ini perusahaan asal Perancis itu sudah menguasai 40 persen dari pangsa pasar di Indonesia melalui PT Mortar Utama.
"Program satu jura rumah memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan bisnis kami," kata Javier.
Investor Perancis Siap Bangun Pabrik Senilai Rp 103 Miliar di Sumatera
Written By Unknown on Thursday, November 5, 2015 | 11:44 AM

JAKARTA - Program mendorong investasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo nampaknya membuahkan hasil.
Hal ini dilihat dari perusahaan asal Perancis Saint Gobain yang akan ekspansi bisnis di tanah air.
Perusahaan global yang bergerak di bidang material bangunan, mencoba menangkap peluang bisnis tersebut dengan memperluas investasi sebesar 7 juta Euro (setara Rp 103 miliar).
Pada realisasinya Saint Gobain akan membangun pabrik baru di Sumatera di 2016.
"Tahun depan, kami berencana ekspansi ke Sumatera bangun pabrik baru," ujar General Delegate Saint Gobain Asia Pasifik Javier Gimeno, Rabu(4/11/2015).
Javier memaparkan rencana ekspansi tersebut bisa dilakukan melalui PT Mortar Utama yang saham mayoritasnya dimiliki Saint Gobain.
Menurut Javier investasi di Sumatera masih sangat menguntungkan mengingat prospek sektor infrastruktur di Indonesia ke
depan akan terus berkembang.
"Walaupun keadaan ekonomi mengalami turbulensi lebih rendah, tapi saya yakin rintangan dilalui dan Indonesia berpotensi jadi pemain besar di masa akan datang," kata Javier.
Javier menambahkan program satu juta rumah murah yang dicanangkan Presiden Jokowi, juga mendorong industri
semen Saint Gobain.
Apalagi saat ini perusahaan asal Perancis itu sudah menguasai 40 persen dari pangsa pasar di Indonesia melalui PT Mortar Utama.
"Program satu jura rumah memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan bisnis kami," kata Javier.
Labels:
DALAM NEGERI,
EKONOMI
11:18 AM
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan tali asih terhadap keluarga pahlawan nasional.
Santunan itu akan diberikan setiap satu tahun sekali.
Khofifah menjelaskan, sebesar Rp 50 juta per tahun itu akan diberikan sampai generasi kedua para pahlawan nasional.
"Diberikan satu kali dalam setahun Rp 50 juta mulai tahun ini sampai generasi kedua," kata Khofifah, seusai upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional terhadap lima pejuang Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Khofifah menegaskan, Kementerian Sosial hanya memberikan santunan untuk pahlawan nasional dan perintis kemerdekaan. Sementara, santunan bagi para veteran diberikan melalui Kementerian Pertahanan.
Pada hari ini, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada lima putra terbaik bangsa. Kelima tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan adalah Alm Bernard Wilhem Lapian, Alm Ki Bagus Hadikusumo, Alm Mas Isman, Alm Komjen Pol Dr. H Moehammad Jasin, dan Alm I Gusti Ngurah Made Agung. Kelima tokoh itu dianugerahi gelar pahlawan nasional karena jasa-jasanya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Seluruh plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan oleh Presiden Jokowi kepada para ahli waris.
Keluarga Pahlawan Nasional Mendapat Tali Asih Rp 50 Juta per Tahun
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan tali asih terhadap keluarga pahlawan nasional.
Santunan itu akan diberikan setiap satu tahun sekali.
Khofifah menjelaskan, sebesar Rp 50 juta per tahun itu akan diberikan sampai generasi kedua para pahlawan nasional.
"Diberikan satu kali dalam setahun Rp 50 juta mulai tahun ini sampai generasi kedua," kata Khofifah, seusai upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional terhadap lima pejuang Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Khofifah menegaskan, Kementerian Sosial hanya memberikan santunan untuk pahlawan nasional dan perintis kemerdekaan. Sementara, santunan bagi para veteran diberikan melalui Kementerian Pertahanan.
Pada hari ini, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada lima putra terbaik bangsa. Kelima tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan adalah Alm Bernard Wilhem Lapian, Alm Ki Bagus Hadikusumo, Alm Mas Isman, Alm Komjen Pol Dr. H Moehammad Jasin, dan Alm I Gusti Ngurah Made Agung. Kelima tokoh itu dianugerahi gelar pahlawan nasional karena jasa-jasanya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Seluruh plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan oleh Presiden Jokowi kepada para ahli waris.
Labels:
DALAM NEGERI,
EKONOMI,
PAHLAWAN
6:28 AM
Praktek prostitusi terselubung ternyata sudah merambah ke Aceh. Buktinya, di Bireuen sudah ada sindikat pelacuran yang menyediakan gadis-gadis muda, serta berstatus pelajar SMP.
Tarifnya pun tak terlalu mahal, cuma Rp200 ribu untuk short time, sekali main. Tak tanggung-tanggung, pelanggan datang dari kalangan kontraktor, serta oknum haji berduit. Alamak....!!!!
Berdasarkan pengembangan petugas Polres Bireuen, enam tersangka jaringan prostitusi anak di bawah umur kini harus meringkuk dalam jeruji besi. Lima diantaranya wanita diduga menjadi germo, serta seorang kakek berusia 62 tahun sebagai penikmat tubuh ABG serta mucikari.
Selain itu, belasan siswi SLTP yang menjual diri yang dianggap korban traficking, dikembalikan kepada orang tua mereka. Informasi yang diperoleh Metro Aceh (Grup JPNN), lima wanita tersangka sindikat prostitusi sekaligus penjaja cinta itu yakni, MR alias MM (36) warga Meunasah Capa, RJ (21) mahasiswi warga Meunasah Dayah, RSD (18) warga Pulo Kiton, DA (18) warga Kommes, AS (36) IRT warga Pulo Kiton. Sedangkan seorang konsumen Haji A (62) kontraktor warga Plimbang, juga ikut diamankan petugas bersama para mucikari itu.
Praktik prostitusi terselubung melibatkan belasan siswi SLTP serta wanita muda dan beberapa janda, terkuak berkat laporan masyarakat yang dilakukan pengembangan oleh petugas selama dua bulan lebih.
Awalnya, tim lapangan Reskrim Polres Bireuen yang menyaru sebagai konsumen, berpura-pura hendak menggunakan jasa mucikari itu untuk memesan cewe ABG. Setelah pesanan tiba polisi langsung menciduk RSD dan DA yang terindikasi sebagai penghubung.
Kasatreskrim Polres Bireuen, Iptu Benny Cahyadi saat menggelar ekspose di aula mapolres kemarin menuturkan, kasus traficking itu terungkap setelah adanya laporan masyarakat terkait kegiatan protitusi anak bawah umur. Lalu, petugas mengembangkan informasi tersebut hingga sindikat ini terungkap dan sejumlah tersangka berhasil dibekuk.
Menurut Benny, beberapa siswi SLTP dan SLTA yang menjadi korban traficking berasal dari Kota Bireuen, Juli, Jeunib dan Samalanga. Pihaknya telah mengantongi nama-nama ABG itu, bahkan sebagian diantaranya yang dimintai keterangan telah dikembalikan ke keluarga. Polisi juga sudah memiliki data para konsumen bisnis prostitusi terselubung.
Dia menjelaskan, setelah menyediakan cewek pesanan, aksi prostitusi ini biasanya memacu syahwat di rumah AS, konsumen wajib membayar biaya sewa kamar Rp 100 ribu. Selain itu, juga di Hotel BJ sebagai lokasi yang selama ini dianggap aman untuk mencumbui para ABG. Ironisnya sebut Benny, tersangka Haji A selalu mengoleksi foto tubuh seluruh wanita muda yang disetubuhinya.
“Hasil penyidikan sementara modus traficking ini akibat faktor ekonomi, narkoba dan demi mencari kesenangan. Selain ABG, mereka juga terindikasi ikut mengkoordinir prostitusi homo dan para janda,” ungkap Benny Cahyadi.
Seluruh tersangka, menurutnya dijerat dengan pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang traficking ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.
Menyikapi kasus pertama bisnis esek-esek yang terungkap berlangsung di Bireuen ini, dia menghimbau semua orang tua agar senantiasa memberi perhatian terhadap puteri mereka, sehingga tidak terseret kasus trafficking. Menurutnya, untuk ke depan pihak kepolisian akan terus melakukan berbagai upaya preventif, guna mencegah aksi serupa dikemudian hari.
Sementara Haji A kepada wartawan mengaku, berkat bantuan para germo itu dirinya sudah sering menggunakan jasa mucikari ini, dengan membayar uang Rp 250 ribu hingga 300 ribu. Bahkan dari lima wanita yang digelandang, empat diantaranya pernah berhubungan intim dengan dirinya.
Belasan Siswi SMP Jual Diri, Tarif Rp200 Ribu??
Written By Unknown on Tuesday, October 27, 2015 | 6:28 AM
Praktek prostitusi terselubung ternyata sudah merambah ke Aceh. Buktinya, di Bireuen sudah ada sindikat pelacuran yang menyediakan gadis-gadis muda, serta berstatus pelajar SMP.
Tarifnya pun tak terlalu mahal, cuma Rp200 ribu untuk short time, sekali main. Tak tanggung-tanggung, pelanggan datang dari kalangan kontraktor, serta oknum haji berduit. Alamak....!!!!
Berdasarkan pengembangan petugas Polres Bireuen, enam tersangka jaringan prostitusi anak di bawah umur kini harus meringkuk dalam jeruji besi. Lima diantaranya wanita diduga menjadi germo, serta seorang kakek berusia 62 tahun sebagai penikmat tubuh ABG serta mucikari.
Selain itu, belasan siswi SLTP yang menjual diri yang dianggap korban traficking, dikembalikan kepada orang tua mereka. Informasi yang diperoleh Metro Aceh (Grup JPNN), lima wanita tersangka sindikat prostitusi sekaligus penjaja cinta itu yakni, MR alias MM (36) warga Meunasah Capa, RJ (21) mahasiswi warga Meunasah Dayah, RSD (18) warga Pulo Kiton, DA (18) warga Kommes, AS (36) IRT warga Pulo Kiton. Sedangkan seorang konsumen Haji A (62) kontraktor warga Plimbang, juga ikut diamankan petugas bersama para mucikari itu.
Praktik prostitusi terselubung melibatkan belasan siswi SLTP serta wanita muda dan beberapa janda, terkuak berkat laporan masyarakat yang dilakukan pengembangan oleh petugas selama dua bulan lebih.
Awalnya, tim lapangan Reskrim Polres Bireuen yang menyaru sebagai konsumen, berpura-pura hendak menggunakan jasa mucikari itu untuk memesan cewe ABG. Setelah pesanan tiba polisi langsung menciduk RSD dan DA yang terindikasi sebagai penghubung.
Kasatreskrim Polres Bireuen, Iptu Benny Cahyadi saat menggelar ekspose di aula mapolres kemarin menuturkan, kasus traficking itu terungkap setelah adanya laporan masyarakat terkait kegiatan protitusi anak bawah umur. Lalu, petugas mengembangkan informasi tersebut hingga sindikat ini terungkap dan sejumlah tersangka berhasil dibekuk.
Menurut Benny, beberapa siswi SLTP dan SLTA yang menjadi korban traficking berasal dari Kota Bireuen, Juli, Jeunib dan Samalanga. Pihaknya telah mengantongi nama-nama ABG itu, bahkan sebagian diantaranya yang dimintai keterangan telah dikembalikan ke keluarga. Polisi juga sudah memiliki data para konsumen bisnis prostitusi terselubung.
Dia menjelaskan, setelah menyediakan cewek pesanan, aksi prostitusi ini biasanya memacu syahwat di rumah AS, konsumen wajib membayar biaya sewa kamar Rp 100 ribu. Selain itu, juga di Hotel BJ sebagai lokasi yang selama ini dianggap aman untuk mencumbui para ABG. Ironisnya sebut Benny, tersangka Haji A selalu mengoleksi foto tubuh seluruh wanita muda yang disetubuhinya.
“Hasil penyidikan sementara modus traficking ini akibat faktor ekonomi, narkoba dan demi mencari kesenangan. Selain ABG, mereka juga terindikasi ikut mengkoordinir prostitusi homo dan para janda,” ungkap Benny Cahyadi.
Seluruh tersangka, menurutnya dijerat dengan pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang traficking ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.
Menyikapi kasus pertama bisnis esek-esek yang terungkap berlangsung di Bireuen ini, dia menghimbau semua orang tua agar senantiasa memberi perhatian terhadap puteri mereka, sehingga tidak terseret kasus trafficking. Menurutnya, untuk ke depan pihak kepolisian akan terus melakukan berbagai upaya preventif, guna mencegah aksi serupa dikemudian hari.
Sementara Haji A kepada wartawan mengaku, berkat bantuan para germo itu dirinya sudah sering menggunakan jasa mucikari ini, dengan membayar uang Rp 250 ribu hingga 300 ribu. Bahkan dari lima wanita yang digelandang, empat diantaranya pernah berhubungan intim dengan dirinya.
9:15 AM
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, sebagai kebutuhan dasar, pangan tak boleh mengalami kekurangan pasokan. Untuk itu, ia ingin agar semua pihak bisa mendukung rencana pemerintah terkait dengan pengadaan pangan.
Jusuf Kalla menuturkan, kebijakan impor merupakan antisipasi jika terjadi kekurangan pangan. Langkah itu perlu ditempuh karena beras kebutuhan yang sekali habis dan tidak bisa dihemat pemakaiannya.
"Lebih baik banyak daripada kurang. Kalau baju kurang, kita bisa cuci pakai lagi. Kalau pangan tidak bisa. Sudah kita pakai habis. Tidak bisa dihemat-hemat. Harus ada cadangannya," kata dia Palembang, Sabtu (17/10/2015).
Dia mengatakan jika hal tersebut tak terselesaikan maka akan membuat negara guncang. "Kurang motor, baju, sepatu tidak ada demo. Kurang beras atau pangan bisa tumbang suatu negara," tuturnya.
Menurut JK, Indonesia memiliki tantangan yang berat soal pangan. Hal itu karena meningkatnya jumlah penduduk di sisi lain pasokan air terus berkurang. JK menegaskan perlunya pengembangan teknologi untuk mengatasi permasalan pangan tersebut.
"Di sinilah perlu teknologi. Kita punya banyak tantangan. Penduduk bertambah, sawah berkurang. Teknologi, peralatan, bibit, pengairan yang baik itulah yang bisa mengatasinya," tandas dia.
Sebelumnya, JK pernah mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk impor. Dari pada mengorbankan masyarakat sehingga kelaparan, pemerintah lebih baik memilih impor.
"Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan itu (impor) secepatnya kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," katanya.
Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sekitar 1,5 juta ton. Stok tersebut bukan untuk konsumsi para penduduk, melainkan stok beras miskin (raskin). "Stok untuk makanan seluruh penduduk itu kira-kira 2,5 juta sampai 3 juta per bulan. Stok Bulog itu hanya kira-kira 1,5 juta juga bisa sampai akhir tahun untuk raskin," tutur dia.
JK: Negara Bakal Terguncang Jika Warga Kurang Pangan
Written By Unknown on Saturday, October 17, 2015 | 9:15 AM
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, sebagai kebutuhan dasar, pangan tak boleh mengalami kekurangan pasokan. Untuk itu, ia ingin agar semua pihak bisa mendukung rencana pemerintah terkait dengan pengadaan pangan.
Jusuf Kalla menuturkan, kebijakan impor merupakan antisipasi jika terjadi kekurangan pangan. Langkah itu perlu ditempuh karena beras kebutuhan yang sekali habis dan tidak bisa dihemat pemakaiannya.
"Lebih baik banyak daripada kurang. Kalau baju kurang, kita bisa cuci pakai lagi. Kalau pangan tidak bisa. Sudah kita pakai habis. Tidak bisa dihemat-hemat. Harus ada cadangannya," kata dia Palembang, Sabtu (17/10/2015).
Dia mengatakan jika hal tersebut tak terselesaikan maka akan membuat negara guncang. "Kurang motor, baju, sepatu tidak ada demo. Kurang beras atau pangan bisa tumbang suatu negara," tuturnya.
Menurut JK, Indonesia memiliki tantangan yang berat soal pangan. Hal itu karena meningkatnya jumlah penduduk di sisi lain pasokan air terus berkurang. JK menegaskan perlunya pengembangan teknologi untuk mengatasi permasalan pangan tersebut.
"Di sinilah perlu teknologi. Kita punya banyak tantangan. Penduduk bertambah, sawah berkurang. Teknologi, peralatan, bibit, pengairan yang baik itulah yang bisa mengatasinya," tandas dia.
Sebelumnya, JK pernah mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk impor. Dari pada mengorbankan masyarakat sehingga kelaparan, pemerintah lebih baik memilih impor.
"Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan itu (impor) secepatnya kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," katanya.
Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sekitar 1,5 juta ton. Stok tersebut bukan untuk konsumsi para penduduk, melainkan stok beras miskin (raskin). "Stok untuk makanan seluruh penduduk itu kira-kira 2,5 juta sampai 3 juta per bulan. Stok Bulog itu hanya kira-kira 1,5 juta juga bisa sampai akhir tahun untuk raskin," tutur dia.
Labels:
DALAM NEGERI,
EKONOMI,
POLITIK
6:31 AM
SINGAPURA - Rupiah lagi-lagi terpantau perkasa terhadap dollar AS, diikuti penguatan ringgit Malaysia. Bahkan, kedua mata uang itu dikatakan memimpin penguatan mata uang Asia pada Rabu (7/10/2015) ini.
Pada sesi penutupan perdagangan Asia, kedua mata uang yang dikatakan TODAYonline memiliki performa terburuk se-Asia itu menguat tajam.
Nilai tukar rupiah naik tujuh persen dalam dua hari terakhir menjadi Rp 13.700 per dollar AS.
Sedangkan, ringgit Malaysia naik lima persen menjadi 4,16 ringgit per dollar AS.
"Rupiah dan ringgit melambung paling tajam karena kedua mata uang itu lebih oversold ketimbang mata uang lain di wilayah itu," kata seorang pengamat mata uang Credit Suisse Private Bank and Wealth Management Singapura, Heng Koon How.
Menurutnya, ada dua alasan yang memicu pemulihan mata uang Asia, yaitu harga minyak yang melambung dan ekspektasi kenaikan suku bunga dari The Fed yang semakin memudar.
Menguatnya kedua mata uang tersebut sangat bertolakbelakang dengan keadaan saat krisis finansial Asia mewabah, di mana nilai tukar keduanya terhadap dollar AS jauh terkubur.
Selama ini disebutkan rupiah melemah akibat kekhawatiran investor asing akan spekulasi kenaikan suku bunga dari The Fed. Pasalnya, jika kenaikan terjadi, para investor asing akan langsung menarik uangnya.
Kembali Menguat, Rupiah dan Ringgit Pimpin Penguatan di Asia
Written By Unknown on Wednesday, October 7, 2015 | 6:31 AM
SINGAPURA - Rupiah lagi-lagi terpantau perkasa terhadap dollar AS, diikuti penguatan ringgit Malaysia. Bahkan, kedua mata uang itu dikatakan memimpin penguatan mata uang Asia pada Rabu (7/10/2015) ini.
Pada sesi penutupan perdagangan Asia, kedua mata uang yang dikatakan TODAYonline memiliki performa terburuk se-Asia itu menguat tajam.
Nilai tukar rupiah naik tujuh persen dalam dua hari terakhir menjadi Rp 13.700 per dollar AS.
Sedangkan, ringgit Malaysia naik lima persen menjadi 4,16 ringgit per dollar AS.
"Rupiah dan ringgit melambung paling tajam karena kedua mata uang itu lebih oversold ketimbang mata uang lain di wilayah itu," kata seorang pengamat mata uang Credit Suisse Private Bank and Wealth Management Singapura, Heng Koon How.
Menurutnya, ada dua alasan yang memicu pemulihan mata uang Asia, yaitu harga minyak yang melambung dan ekspektasi kenaikan suku bunga dari The Fed yang semakin memudar.
Menguatnya kedua mata uang tersebut sangat bertolakbelakang dengan keadaan saat krisis finansial Asia mewabah, di mana nilai tukar keduanya terhadap dollar AS jauh terkubur.
Selama ini disebutkan rupiah melemah akibat kekhawatiran investor asing akan spekulasi kenaikan suku bunga dari The Fed. Pasalnya, jika kenaikan terjadi, para investor asing akan langsung menarik uangnya.
Labels:
DALAM NEGERI,
EKONOMI,
LUAR NEGERI,
POLITIK















