Latest Post
Showing posts with label TERORIS. Show all posts
Showing posts with label TERORIS. Show all posts
11:39 PM
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, peristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, terjadi lebih kurang jam 10.50 atau 10.55, Kamis 14 Januari 2016.
Peristiwa itu diawali dengan ledakan dan kemudian terjadi kontak senjata dengan anggota Polda Metro Jaya.
"Situasi dapat dikuasai kembali dalam waktu lebih kurang 20-30 menit," kata Tito dikuti Dream dari laman setkab.go.id.
Ledakan yang terjadi, kata Kapolda, diawali dengan serangan di Starbucks Cafe yaitu masuknya satu orang pelaku dan menggunakan bom bunuh diri.
Hal itu yang kemudian mengakibatkan terjadi korban luka-luka dan kepanikan, sehingga membuat pengunjung cafe yang saat itu ada, keluar berhamburan.
"Ternyata di luar cafe sudah ada dua orang lagi teroris yang menunggu dan melakukan penembakan kepada 2 orang warga negara asing, satunya adalah warga Negara Kanada meninggal dunia, satunya lagi dalam keadaan hidup," ujar Kapolda memaparkan.
Bom Bunuh Diri di Pos Polisi
Kemudian pada saat yang sama, lanjut Kapolda, tim yang kedua itu ada dua orang menyerang pos polisi lalu lintas di simpang Sarinah.
Saat itu ada satu anggota petugas polisi Polsek, yang sedang bertugas di sana diserang dengan bom bunuh diri juga, yang mengakibatkan anggota itu terluka, dan pelakunya meninggal dunia. Selain itu, juga ada anggota masyarakat yang terkena pecahan dan diduga meninggal dunia.
Bersamaan dengan aksi bom bunuh diri di kawasan Sarinah itu, menurut Kapolda, ada tim personil dari Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan pengamanan demonstrasi di Monas, yang dipimpin oleh Kepala Biro Operasi.
Saat itu melalui lokasi ledakan, tim ini langsung berhenti. Namun, lanjut Kapolda, saat personel tim tersebut akan turun, mereka diserang dengan menggunakan tembakan dan lemparan granat.
Kemudian terjadi kontak tembak, anggota Polsek yang ada di sekitar Sarinah dan di jalan yang ada di sekitar situ juga membantu. Menurut Kapolda, ada 4 orang anggota Kepolisian Polres Jakarta Pusat yang terkena tembakan pada bagian kaki dan juga bagian perut.
Namun pelaku berhasil dilumpuhkan dalam waktu kontak tembak lebih kurang 15 menit itu, yang mengakibatkan 2 pelaku berhasil ditembak mati.
Dalam waktu lebih kurang 20-25 menit, menurut Kapolda, pihaknya sudah berhasil menguasai situasi, dan melaksanakan penyisiran di TKP Starbucks maupun di pos polisi lalu lintas.
Selanjutnya, Kapolda mengundang Tim Jihandak dari Brimob, pasukan Brimob, dan pasukan Sabhara dari Polres dan Polda hadir juga di-back up dengan Pangdam dengan pasukannya, untuk kemudian melakukan pengepungan guna meng-clear-kan apakah mungkin ada pelaku yang lain.
"Gedung yang ada di Skyline Building di tempat dimana ada Starbucks Cafe, kita sisiri dari lantai per lantai, tidak ada pelaku di sana. Kemudian di depannya ada Gedung Jaya, kita juga lakukan penyisiran dan dinyatakan clear jadi tidak ada pelaku yang lain sehingga kita laksanakan namanya clearing device untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi bom-bom tambahan," ujar Kapolda.
Dari clearing device, lanjut Kapolda, masih ditemukan 6 bom: 5 bom kecil sebesar kepalan tangan, disebut dengan granat tangan rakitan, dan 1 lagi bom yang lumayan besar sebesar kaleng biskuit yang ada di situ.
"Jadi semua ada 6 yang berhasil kita amankan, kemudian dari pelaku yang meninggal itu juga kita sita ada 1 senjata api sejenis FN rakitan," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Kapolda, pelaku 5 orang meninggal dan berhasil dilumpuhkan. Adapun korban yang ada yang meninggal warga masyarakat ada 2, yaitu 1 Warga Negara Kanada dan 1 Warga Negara Indonesia yang sedang dicari identitasnya.
Kemudian ada sejumlah korban yang masih luka, lebih kurang 15 baik luka berat maupun luka ringan dan serta ada 5 anggota polisi yang terkena baik luka tembak atau terkena pecahan dari bom yang dilemparkan. Karena bom itu isinya ada baut, paku dan lain-lain yang ada di situ.
Saat ini, menurut Kapolda, situasi sudah clear, dan jalan Thamrin sudah dibuka kembali. Sementara olah TKP masih dilanjutkan di Starbucks Café dan pos polisi lalu lintas hari ini, dan diupayakan untuk selesai. "Insya Allah besok akan kita tuntaskan semua. Sementara tim sedang melaksanakan pengejaran kepada jaringan pelaku," kata Kapolda.
Dari Indonesia
Mengenai para pelaku, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, yang pakai jaket adalah pelaku, yang di jalan adalah anggota polisi. "Pelakunya memang umumnya anak muda," ungkap Kapolda seraya menyebutkan, polisi akan mengidentifikasi pelaku dan akan menyampaikan kepada umum.
Kapolda menegaskan, tidak ada pelaku perempuan yang tertangkap polisi. Seluruh pelaku berasal dari Indonesia dan berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, dan wilayah Jabotabek.
Apakah ada peringatan untuk anggota kepolisian? Menurut Kapolda, dirinya sudah mengingatkan sejak Desember kemungkinan adanya serangan kelompok yang punya niat.
Targetnya adalah kepolisian, dan yang kedua, simbol Barat. Karena hal ini adalah perang ISIS ke Barat. Kedutaan juga akan dijaga kepolisian. Objek vital diamankan khusus seperti Kedutaan.
"Kita sudah mengetahui beberapa informasi dari intelijen bahwa memang akan adanya serangan dari kelompok ISIS. Namun di mana dan kapan waktunya belum diketahui," kata Tito.
Kapolda berjanji akan meningkatkan keamanan dan kesiagaan jajarannya. Polisi akan mengamankan objek vital, simbol Barat dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang asing dan polisi.
Kronologi Teror Bom Sarinah: Semua Pelaku WNI
Written By Unknown on Thursday, January 14, 2016 | 11:39 PM

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, peristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, terjadi lebih kurang jam 10.50 atau 10.55, Kamis 14 Januari 2016.
Peristiwa itu diawali dengan ledakan dan kemudian terjadi kontak senjata dengan anggota Polda Metro Jaya.
"Situasi dapat dikuasai kembali dalam waktu lebih kurang 20-30 menit," kata Tito dikuti Dream dari laman setkab.go.id.
Ledakan yang terjadi, kata Kapolda, diawali dengan serangan di Starbucks Cafe yaitu masuknya satu orang pelaku dan menggunakan bom bunuh diri.
Hal itu yang kemudian mengakibatkan terjadi korban luka-luka dan kepanikan, sehingga membuat pengunjung cafe yang saat itu ada, keluar berhamburan.
"Ternyata di luar cafe sudah ada dua orang lagi teroris yang menunggu dan melakukan penembakan kepada 2 orang warga negara asing, satunya adalah warga Negara Kanada meninggal dunia, satunya lagi dalam keadaan hidup," ujar Kapolda memaparkan.
Bom Bunuh Diri di Pos Polisi

Kemudian pada saat yang sama, lanjut Kapolda, tim yang kedua itu ada dua orang menyerang pos polisi lalu lintas di simpang Sarinah.
Saat itu ada satu anggota petugas polisi Polsek, yang sedang bertugas di sana diserang dengan bom bunuh diri juga, yang mengakibatkan anggota itu terluka, dan pelakunya meninggal dunia. Selain itu, juga ada anggota masyarakat yang terkena pecahan dan diduga meninggal dunia.
Bersamaan dengan aksi bom bunuh diri di kawasan Sarinah itu, menurut Kapolda, ada tim personil dari Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan pengamanan demonstrasi di Monas, yang dipimpin oleh Kepala Biro Operasi.
Saat itu melalui lokasi ledakan, tim ini langsung berhenti. Namun, lanjut Kapolda, saat personel tim tersebut akan turun, mereka diserang dengan menggunakan tembakan dan lemparan granat.
Kemudian terjadi kontak tembak, anggota Polsek yang ada di sekitar Sarinah dan di jalan yang ada di sekitar situ juga membantu. Menurut Kapolda, ada 4 orang anggota Kepolisian Polres Jakarta Pusat yang terkena tembakan pada bagian kaki dan juga bagian perut.
Namun pelaku berhasil dilumpuhkan dalam waktu kontak tembak lebih kurang 15 menit itu, yang mengakibatkan 2 pelaku berhasil ditembak mati.
Dalam waktu lebih kurang 20-25 menit, menurut Kapolda, pihaknya sudah berhasil menguasai situasi, dan melaksanakan penyisiran di TKP Starbucks maupun di pos polisi lalu lintas.
Selanjutnya, Kapolda mengundang Tim Jihandak dari Brimob, pasukan Brimob, dan pasukan Sabhara dari Polres dan Polda hadir juga di-back up dengan Pangdam dengan pasukannya, untuk kemudian melakukan pengepungan guna meng-clear-kan apakah mungkin ada pelaku yang lain.
"Gedung yang ada di Skyline Building di tempat dimana ada Starbucks Cafe, kita sisiri dari lantai per lantai, tidak ada pelaku di sana. Kemudian di depannya ada Gedung Jaya, kita juga lakukan penyisiran dan dinyatakan clear jadi tidak ada pelaku yang lain sehingga kita laksanakan namanya clearing device untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi bom-bom tambahan," ujar Kapolda.
Dari clearing device, lanjut Kapolda, masih ditemukan 6 bom: 5 bom kecil sebesar kepalan tangan, disebut dengan granat tangan rakitan, dan 1 lagi bom yang lumayan besar sebesar kaleng biskuit yang ada di situ.
"Jadi semua ada 6 yang berhasil kita amankan, kemudian dari pelaku yang meninggal itu juga kita sita ada 1 senjata api sejenis FN rakitan," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Kapolda, pelaku 5 orang meninggal dan berhasil dilumpuhkan. Adapun korban yang ada yang meninggal warga masyarakat ada 2, yaitu 1 Warga Negara Kanada dan 1 Warga Negara Indonesia yang sedang dicari identitasnya.
Kemudian ada sejumlah korban yang masih luka, lebih kurang 15 baik luka berat maupun luka ringan dan serta ada 5 anggota polisi yang terkena baik luka tembak atau terkena pecahan dari bom yang dilemparkan. Karena bom itu isinya ada baut, paku dan lain-lain yang ada di situ.
Saat ini, menurut Kapolda, situasi sudah clear, dan jalan Thamrin sudah dibuka kembali. Sementara olah TKP masih dilanjutkan di Starbucks Café dan pos polisi lalu lintas hari ini, dan diupayakan untuk selesai. "Insya Allah besok akan kita tuntaskan semua. Sementara tim sedang melaksanakan pengejaran kepada jaringan pelaku," kata Kapolda.
Dari Indonesia

Mengenai para pelaku, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, yang pakai jaket adalah pelaku, yang di jalan adalah anggota polisi. "Pelakunya memang umumnya anak muda," ungkap Kapolda seraya menyebutkan, polisi akan mengidentifikasi pelaku dan akan menyampaikan kepada umum.
Kapolda menegaskan, tidak ada pelaku perempuan yang tertangkap polisi. Seluruh pelaku berasal dari Indonesia dan berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, dan wilayah Jabotabek.
Apakah ada peringatan untuk anggota kepolisian? Menurut Kapolda, dirinya sudah mengingatkan sejak Desember kemungkinan adanya serangan kelompok yang punya niat.
Targetnya adalah kepolisian, dan yang kedua, simbol Barat. Karena hal ini adalah perang ISIS ke Barat. Kedutaan juga akan dijaga kepolisian. Objek vital diamankan khusus seperti Kedutaan.
"Kita sudah mengetahui beberapa informasi dari intelijen bahwa memang akan adanya serangan dari kelompok ISIS. Namun di mana dan kapan waktunya belum diketahui," kata Tito.
Kapolda berjanji akan meningkatkan keamanan dan kesiagaan jajarannya. Polisi akan mengamankan objek vital, simbol Barat dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang asing dan polisi.

Labels:
BANDAR TOGEL TERPERCAYA,
BOM SARINAH,
DALAM NEGERI,
ISIS,
KRIMINAL,
SAKURATOTO,
TERORIS,
WAR
6:59 PM
Terusir dari negerinya, Suriah para pengungsi mengadu nasib di negara orang demi menyelamatkan nyawa. Mereka berharap belas kasih. Namun, nasib berkata lain. Mereka terlunta-lunta tanpa masa depan yang jelas. Nasib orang dewasa dan anak-anak suram.
Menurut salah satu organisasi kemanusiaan di ibu kota Yordania, Amman, bocah-bocah dari usia 3 tahun telah dieksploitasi menjadi pekerja anak oleh petani dan pengusaha.
Organisasi Tamkeen menemukan anak-anak bekerja di sisi orang tuanya di pertanian sepanjang Laut Mati. Sebanyak 46% adalah anak laki-laki dan 14% perempuan. Paling muda ditemukan berusia 3 tahun.
Bocah-bocah ini menghabiskan 44 jam untuk bekerja selama seminggu.
Salah satunya adalah Yassan. Anak laki-laki yang berasal dari Homs, Suriah, itu terpaksa menyambung hidupnya selama ia mengungsi di Yordania. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kawasan bisnis di Kota Irbid, utara Yordania. Remaja 14 tahun itu bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu.
Ayah Yassan menyandang disabilitas akibat dipukuli oleh oposisi Suriah, sehingga tak bisa lagi bekerja. Ibunya, yang menderita penyakit akut, hanya bisa bekerja paruh hari sebagai pembantu.
Yassan hanya dibayar 1 dinar per jam atau kurang dari US$1 dolar atau kurang lebih Rp 5.000. Sementara upah minimum Yordania berkisar 2.5 dinar per jamnya.
"Aku bekerja 12 jam setiap hari. Dan ini adalah pekerjaan berat. Kami tidak akan pernah dapat libur kecuali meminta. Itu pun tak akan dibayar," tutur Yassan seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/11/2015).
"Aku bekerja mulai bekerja pukul 08.00. Namun bosku kerap kali minta aku bekerja hingga larut. Aku sampai rumah pukul 21.00. Selama Ramadan lebih parah. Aku harus bekerja lembur dan tak pulang hingga pagi," kata Yassan.
"Mereka pun tak membayar aku cukup. Tapi aku tak punya pilihan lagi. Mereka jelas ambil keuntungan dari situasi kami. Mereka memperlakukan kami berbeda dengan orang Yordania lainnya," tutur Yassan.
Yassan, ayah, ibu, dan tiga adiknya mengeluarkan banyak uang untuk mencapai Yordania. Mereka tak bisa tinggal di barak yang jumlahnya terbatas. Mereka pun terpaksa tinggal di sebuah kontrakan.
"Anak-anak pengungsi dari Suriah kebanyakan bekerja di rumah makan, supermarket, petugas kebersihan, dan di sektor pertanian," kata Diala al-Amiri, eksekutif direktur Tamkin. Ia menjelaskan para pemilik usaha mengeksploitasi keputusasaan pencari suaka Suriah dan keluarganya.
"Yang paling parah kami temukan di sektor pertanian. Anak-anak itu bekerja dalam waktu yang panjang dan dalam kondisi berbahaya, seperti di bawah matahari tanpa pelindung," ujar al-Amiri.
"Bahkan, mereka bekerja tanpa dibayar. Mereka bekerja demi mendapatkan tempat berlindung dan tidur. Satu keluarga, ayah, ibu, dengan 5 atau 6 anak. Yang tertua berusia 13 tahun dan yang paling kecil 3 tahun," katanya.
Al-Amiri menjelaskan bahwa para tuan tanah itu biasanya memisahkan pengungsi Suriah dengan pekerja lainnya di ladang mereka. Para pengungsi mereka tempatkan di tenda-tenda terpal.
"Ini jelas perbudakan modern. Kondisi tempat tinggal mereka menyedihkan. Namun mereka menerimanya karena kondisi mereka yang lemah," ucapnya.
Lebih dari 1,4 juta Suriah tinggal di Yordan. Hanya 102 ribu yang tinggal dalam penampungan karena kurangnya persediaan kamp. Sisanya terpaksa menyewa rumah.
Yordania ternyata salah satu negara kaya yang memakai anak sebagai pekerja. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. Laporan terakhir pemerintah Yordania tentang pekerja anak diterbitkan pada 2007. Ada 33 ribu budak belia di negeri itu. Organisasi Tamkeen mengatakan jumlah itu meningkat 3 kali semenjak perang melanda Suriah.
Pejabat di Kementerian Tenaga Kerja Yordania memberi rincian ratusan perusahaan yang mengeksploitasi anak-anak. Tahun lalu 213 perusahaan ditutup. Sepanjang tahun ini, 353 perusahaan ditutup dan selanjutnya akan ada 799 pengusaha yang didenda 250 dan 500 dinar Yordania atau Rp 4-8 juta.
Hampir setengah jumlah anak-anak yang dieksploitasi adalah pengungsi Suriah, kata pejabat itu.
Dr Raghda al-Faouri, direktur kementerian kebijakan dan perencanaan strategis, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah sedang menyelidiki masalah dan mencari celah memberi hukuman yang lebih berat kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan anak sebagai pekerja.
"Mungkin kita bisa meninjau hukuman kembali dan Kementerian Tenaga Kerja memaksakan hukuman itu. Tapi kami memerlukan amandemen undang-undang," katanya.
Shereen al-Taeib, yang mengepalai unit pekerja anak di kementerian, telah menyebarkan 180 penyelidik untuk kasus itu.
"Ini bukan hanya menyelidiki pelanggaran atau menutup perusahaan," katanya. "Kita perlu membantu anak-anak Suriah, Yordania, atau non-Yordania."
Sementara itu, ibu Yassan, Alia, menyatakan penyesalan mendalam karena ia telah meminta Yassan keluar dari sekolah. "Itu keputusan yang sangat sulit karena ia adalah seorang murid yang sangat baik dan bahkan salah satu siswa terbaik," ujarnya.
"Dia sangat pintar di sekolah dan aku selalu bermimpi dia menyelesaikan pendidikannya. Aku memikirkan masalah dia setiap saat dan merasa sedih setiap hari.
Mengenaskan, Anak-anak Pengungsi Suriah dijadikann "BUDAK"
Written By Unknown on Tuesday, November 17, 2015 | 6:59 PM
Terusir dari negerinya, Suriah para pengungsi mengadu nasib di negara orang demi menyelamatkan nyawa. Mereka berharap belas kasih. Namun, nasib berkata lain. Mereka terlunta-lunta tanpa masa depan yang jelas. Nasib orang dewasa dan anak-anak suram.
Menurut salah satu organisasi kemanusiaan di ibu kota Yordania, Amman, bocah-bocah dari usia 3 tahun telah dieksploitasi menjadi pekerja anak oleh petani dan pengusaha.
Organisasi Tamkeen menemukan anak-anak bekerja di sisi orang tuanya di pertanian sepanjang Laut Mati. Sebanyak 46% adalah anak laki-laki dan 14% perempuan. Paling muda ditemukan berusia 3 tahun.
Bocah-bocah ini menghabiskan 44 jam untuk bekerja selama seminggu.
Salah satunya adalah Yassan. Anak laki-laki yang berasal dari Homs, Suriah, itu terpaksa menyambung hidupnya selama ia mengungsi di Yordania. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kawasan bisnis di Kota Irbid, utara Yordania. Remaja 14 tahun itu bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu.
Ayah Yassan menyandang disabilitas akibat dipukuli oleh oposisi Suriah, sehingga tak bisa lagi bekerja. Ibunya, yang menderita penyakit akut, hanya bisa bekerja paruh hari sebagai pembantu.
Yassan hanya dibayar 1 dinar per jam atau kurang dari US$1 dolar atau kurang lebih Rp 5.000. Sementara upah minimum Yordania berkisar 2.5 dinar per jamnya.
"Aku bekerja 12 jam setiap hari. Dan ini adalah pekerjaan berat. Kami tidak akan pernah dapat libur kecuali meminta. Itu pun tak akan dibayar," tutur Yassan seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/11/2015).
"Aku bekerja mulai bekerja pukul 08.00. Namun bosku kerap kali minta aku bekerja hingga larut. Aku sampai rumah pukul 21.00. Selama Ramadan lebih parah. Aku harus bekerja lembur dan tak pulang hingga pagi," kata Yassan.
"Mereka pun tak membayar aku cukup. Tapi aku tak punya pilihan lagi. Mereka jelas ambil keuntungan dari situasi kami. Mereka memperlakukan kami berbeda dengan orang Yordania lainnya," tutur Yassan.
Yassan, ayah, ibu, dan tiga adiknya mengeluarkan banyak uang untuk mencapai Yordania. Mereka tak bisa tinggal di barak yang jumlahnya terbatas. Mereka pun terpaksa tinggal di sebuah kontrakan.
"Anak-anak pengungsi dari Suriah kebanyakan bekerja di rumah makan, supermarket, petugas kebersihan, dan di sektor pertanian," kata Diala al-Amiri, eksekutif direktur Tamkin. Ia menjelaskan para pemilik usaha mengeksploitasi keputusasaan pencari suaka Suriah dan keluarganya.
"Yang paling parah kami temukan di sektor pertanian. Anak-anak itu bekerja dalam waktu yang panjang dan dalam kondisi berbahaya, seperti di bawah matahari tanpa pelindung," ujar al-Amiri.
"Bahkan, mereka bekerja tanpa dibayar. Mereka bekerja demi mendapatkan tempat berlindung dan tidur. Satu keluarga, ayah, ibu, dengan 5 atau 6 anak. Yang tertua berusia 13 tahun dan yang paling kecil 3 tahun," katanya.
Al-Amiri menjelaskan bahwa para tuan tanah itu biasanya memisahkan pengungsi Suriah dengan pekerja lainnya di ladang mereka. Para pengungsi mereka tempatkan di tenda-tenda terpal.
"Ini jelas perbudakan modern. Kondisi tempat tinggal mereka menyedihkan. Namun mereka menerimanya karena kondisi mereka yang lemah," ucapnya.
Lebih dari 1,4 juta Suriah tinggal di Yordan. Hanya 102 ribu yang tinggal dalam penampungan karena kurangnya persediaan kamp. Sisanya terpaksa menyewa rumah.
Yordania ternyata salah satu negara kaya yang memakai anak sebagai pekerja. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. Laporan terakhir pemerintah Yordania tentang pekerja anak diterbitkan pada 2007. Ada 33 ribu budak belia di negeri itu. Organisasi Tamkeen mengatakan jumlah itu meningkat 3 kali semenjak perang melanda Suriah.
Pejabat di Kementerian Tenaga Kerja Yordania memberi rincian ratusan perusahaan yang mengeksploitasi anak-anak. Tahun lalu 213 perusahaan ditutup. Sepanjang tahun ini, 353 perusahaan ditutup dan selanjutnya akan ada 799 pengusaha yang didenda 250 dan 500 dinar Yordania atau Rp 4-8 juta.
Hampir setengah jumlah anak-anak yang dieksploitasi adalah pengungsi Suriah, kata pejabat itu.
Dr Raghda al-Faouri, direktur kementerian kebijakan dan perencanaan strategis, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah sedang menyelidiki masalah dan mencari celah memberi hukuman yang lebih berat kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan anak sebagai pekerja.
"Mungkin kita bisa meninjau hukuman kembali dan Kementerian Tenaga Kerja memaksakan hukuman itu. Tapi kami memerlukan amandemen undang-undang," katanya.
Shereen al-Taeib, yang mengepalai unit pekerja anak di kementerian, telah menyebarkan 180 penyelidik untuk kasus itu.
"Ini bukan hanya menyelidiki pelanggaran atau menutup perusahaan," katanya. "Kita perlu membantu anak-anak Suriah, Yordania, atau non-Yordania."
Sementara itu, ibu Yassan, Alia, menyatakan penyesalan mendalam karena ia telah meminta Yassan keluar dari sekolah. "Itu keputusan yang sangat sulit karena ia adalah seorang murid yang sangat baik dan bahkan salah satu siswa terbaik," ujarnya.
"Dia sangat pintar di sekolah dan aku selalu bermimpi dia menyelesaikan pendidikannya. Aku memikirkan masalah dia setiap saat dan merasa sedih setiap hari.
Labels:
ANAK-ANAK,
EKONOMI,
ISIS,
KRIMINAL,
LUAR NEGERI,
PEMBUNUHAN,
PERISTIWA,
POLITIK,
TERORIS
6:25 PM
Sebuah video yang telah diposting di Youtube memperlihatkan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) latihan. Tetapi, ada yang aneh dari video tersebut, di mana ada tulisan ‘US’ di tenda para militan tersebut.
Tulisan ini terlihat jelas dalam adegan latihan para militan. Hal ini buat kita bertanya-tanya apakah Amerika Serikat (AS) terlibat dalam aktivitas ISIS.
Beberapa spekulasi berkembang yang mengatakan bahwa ISIS sebenarnya ciptaan dari AS untuk menaklukkan minyak di Timur Tengah dan untuk melawan pengaruh Iran tumbuh di wilayah tersebut.
Video yang berjudul ISIS Training Video Revealed ini seperti menjawab pertanyaan atas isu yang beredar jika ISIS disokong oleh Negeri Paman Sam tersebut.
Cus kita lihat videonya guys:
Benarkah ISIS Disokong oleh AS? Nih Buktinya
Sebuah video yang telah diposting di Youtube memperlihatkan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) latihan. Tetapi, ada yang aneh dari video tersebut, di mana ada tulisan ‘US’ di tenda para militan tersebut.
Tulisan ini terlihat jelas dalam adegan latihan para militan. Hal ini buat kita bertanya-tanya apakah Amerika Serikat (AS) terlibat dalam aktivitas ISIS.
Beberapa spekulasi berkembang yang mengatakan bahwa ISIS sebenarnya ciptaan dari AS untuk menaklukkan minyak di Timur Tengah dan untuk melawan pengaruh Iran tumbuh di wilayah tersebut.
Video yang berjudul ISIS Training Video Revealed ini seperti menjawab pertanyaan atas isu yang beredar jika ISIS disokong oleh Negeri Paman Sam tersebut.
Cus kita lihat videonya guys:
Labels:
AGAMA,
ISIS,
LUAR NEGERI,
TERORIS,
WAR
5:20 PM
Paris - Peristiwa mengerikan baru saja terjadi di pusat Kota Paris, Prancis, pada Jumat, 14 November 2015 malam waktu setempat. Setidaknya ada 140 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom bunuh diri yang dilakukan teroris.
Korban tewas paling banyak saat aksi penembakan di gedung konser Bataclan, tempat band asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal, bermain di depan penonton yang penuh sesak.
"Itu pembantaian," kata Marc Coupris (57), yang masih gemetar setelah dibebaskan dari dalam Bataclan seperti dikutip The Guardian, Sabtu (14/11/2015).
"Ini tampak seperti medan perang. Ada darah di mana-mana, ada mayat di mana-mana. Aku berada di sisi yang jauh dari lorong saat pengambilan gambar dimulai. Tampaknya ada setidaknya 2 orang bersenjata. Mereka menembak dari balkon," kata Coupris lagi.
Saat kejadian itu, Coupris mengatakan semua orang tertungkup di tanah. Bahkan, dia dan banyak orang lainnya ada di tanah dan ada pula yang berada di dinding. "Kami terus seperti itu. Awalnya kami diam. Saya tidak tahu berapa lama kita tinggal seperti itu, tampaknya seperti selamanya," ujar Coupris.
Sementara korban lainnya mengatakan, "Itu mengerikan, ada begitu banyak mayat, saya tidak bisa bicara tentang itu," kata seorang pria berjanggut sambil berlari menyusuri jalan dari Bataclan.
Stasiun TV Prancis BFMTV mengatakan orang-orang bersenjata yang menyerang Bataclan telah berteriak "Ini untuk Suriah," sebelum melepaskan tembakan.
Seorang saksi bernama Anna, yang tinggal dekat Bataclan, mengatakan mereka mendengar tembakan. Dengan suara gemetar dia mengatakan kepada BFMTV, "Kami melihat orang-orang berjalan dan orang-orang dengan senjata. Seluruh daerah tertutup. Kami tidak tahu apa yang terjadi di sini. Oh my God ada tubuh. Ini mengerikan."
Sementara saksi mata lainnya, di Rue de Charonne, pelanggan di restoran Carillon, mendengar ledakan sekitar 09.20 waktu setempat. Dia sempat mengira itu adalah petasan.
Para saksi mata mengatakan seorang pria kemudian muncul dan melepaskan tembakan pertama di bar dan kedua di sebuah restoran Kamboja, Petit Cambodge. Teroris itu kemudian dilaporkan telah memasuki Le Carillon dan melepaskan banyak tembakan.
Presiden Francois Hollande menghadiri pertandingan sepak bola di Stade de France ketika serangan dimulai. Dia kemudian bergegas kembali ke Kementerian Dalam Negeri untuk membahas serangan ini dengan Perdana Menteri Manuel Valls dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dan kemudian dilakukan rapat kabinet darurat.
Saksi Teror Paris: Seperti Medan Perang, Darah di Mana-mana
Written By Unknown on Saturday, November 14, 2015 | 5:20 PM
Paris - Peristiwa mengerikan baru saja terjadi di pusat Kota Paris, Prancis, pada Jumat, 14 November 2015 malam waktu setempat. Setidaknya ada 140 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom bunuh diri yang dilakukan teroris.
Korban tewas paling banyak saat aksi penembakan di gedung konser Bataclan, tempat band asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal, bermain di depan penonton yang penuh sesak.
"Itu pembantaian," kata Marc Coupris (57), yang masih gemetar setelah dibebaskan dari dalam Bataclan seperti dikutip The Guardian, Sabtu (14/11/2015).
"Ini tampak seperti medan perang. Ada darah di mana-mana, ada mayat di mana-mana. Aku berada di sisi yang jauh dari lorong saat pengambilan gambar dimulai. Tampaknya ada setidaknya 2 orang bersenjata. Mereka menembak dari balkon," kata Coupris lagi.
Saat kejadian itu, Coupris mengatakan semua orang tertungkup di tanah. Bahkan, dia dan banyak orang lainnya ada di tanah dan ada pula yang berada di dinding. "Kami terus seperti itu. Awalnya kami diam. Saya tidak tahu berapa lama kita tinggal seperti itu, tampaknya seperti selamanya," ujar Coupris.
Sementara korban lainnya mengatakan, "Itu mengerikan, ada begitu banyak mayat, saya tidak bisa bicara tentang itu," kata seorang pria berjanggut sambil berlari menyusuri jalan dari Bataclan.
Stasiun TV Prancis BFMTV mengatakan orang-orang bersenjata yang menyerang Bataclan telah berteriak "Ini untuk Suriah," sebelum melepaskan tembakan.
Seorang saksi bernama Anna, yang tinggal dekat Bataclan, mengatakan mereka mendengar tembakan. Dengan suara gemetar dia mengatakan kepada BFMTV, "Kami melihat orang-orang berjalan dan orang-orang dengan senjata. Seluruh daerah tertutup. Kami tidak tahu apa yang terjadi di sini. Oh my God ada tubuh. Ini mengerikan."
Sementara saksi mata lainnya, di Rue de Charonne, pelanggan di restoran Carillon, mendengar ledakan sekitar 09.20 waktu setempat. Dia sempat mengira itu adalah petasan.
Para saksi mata mengatakan seorang pria kemudian muncul dan melepaskan tembakan pertama di bar dan kedua di sebuah restoran Kamboja, Petit Cambodge. Teroris itu kemudian dilaporkan telah memasuki Le Carillon dan melepaskan banyak tembakan.
Presiden Francois Hollande menghadiri pertandingan sepak bola di Stade de France ketika serangan dimulai. Dia kemudian bergegas kembali ke Kementerian Dalam Negeri untuk membahas serangan ini dengan Perdana Menteri Manuel Valls dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dan kemudian dilakukan rapat kabinet darurat.
Labels:
ISIS,
KRIMINAL,
LUAR NEGERI,
PEMBUNUHAN,
TERORIS,
WAR








